Sebuah Jalan Tol bukannya Jalan yang Berliku-liku dan Sempit

Oleh: Åge M. Åleskjær
Dari: September 2009
Ditemukan dalam: Injil Kasih Karunia
Bertahun-tahun kita telah mengkhotbahkan tentang “pintu yang kecil” dan “jalan yang sempit” yang menuju ke surga. Bagaimana pun juga, ini bukanlah pesan Injil!

Jalan sempit itu diubah menjadi jalan yang baru dan hidup! Bertahun-tahun kita telah mengkhotbahkan tentang “pintu yang kecil” dan “jalan yang sempit” dan bahwa “beberapa orang akan menemukannya” pada pengajaran Yesus dalam Matius 7:12-14 dan Lukas 13:23-40.

Kalau kita membaca lebih jauh, kita akan melihat bahwa ini merupakan suatu penjelasan tentang cara Hukum Taurat menuju keselamatan. Jalan ini bukan hanya sulit namun sesungguhnya mustahil. Namun pesannya masih sama: “Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya.”

Jalan melalui Hukum Taurat sesungguhnya sempit dan keselamatan melalui usaha adalah pintu yang kecil dan hanya sedikit orang yang mampu melewatinya. Hanya sedikit orang atau dengan kata lain sebenarnya TIDAK SEORANG PUN yang mampu!

Lukas 13:24 berkata: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat..” Mengapa tidak? Karena mereka menemukan batu sandungan, Yesus Kristus. DIA adalah pintu yang terbuka dan pintu yang baru dan hidup, jadi dengan melalui Dia pintu itu akan menjadi mudah. Namun karena orang Yahudi tidak mau tunduk pada keadilan Tuhan, mereka mencari keadilan mereka sendiri. Anda lihat, sesungguhnya Yesus sedang berbicara pada orang-orang Yahudi itu tentang pesan ini! (Lihat Mat. 15:24)

Bila Anda melihat lebih dalam pada Lukas 13, Anda akan menemukan dalam pasal ini bahwa Dia berbicara tentang kekerasan hati orang Yahudi dan keselamatan orang non-Yahudi. Cara mendapatkan keselamatan dengan usaha pribadi sangatlah sulit, bagi mereka yang melakukan cara itu tidak akan berhasil.

“Sebab andaikata hukum Taurat diberikan sebagai sesuatu yang dapat menghidupkan, maka memang kebenaran berasal dari hukum Taurat.” (Gal. 3:21)

Keselamatan lewat usaha sangatlah mustahil. Itu merupakan pintu yang kecil dan jalan yang sempit, penuh undang-undang dan hukum mengandung rincian yang besar dan kecil. Tidak satu pun rincian yang boleh terlupakan! Sebab itulah, Yesus harus membuka sebuah JALAN YANG BARU DAN HIDUP ketika Dia mati di salib! Dengan darah Yesus kita telah menerima sebuah jalan yang baru untuk masuk ke dalam hadirat Tuhan. (Ibr.10:19-20).

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.” (Yohanes 14:6)

Paulus berkata: “Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.” (Rom.10:13) Ini bukanlah jalan yang sulit atau pintu yang kecil.

Jalan yang Berliku Kini Telah Diluruskan!

Yesus datang untuk meluruskan jalan yang berliku yang dulunya begitu sulit untuk kita lalui.

Lukas 3:5-6 says: “Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan, dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.”

Dibawah hukum Taurat “tidak seorang pun dapat dibenarkan,” sementara kini, “semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.” Berbicara tentang suatu perbedaan yang besar!

Jalan melalui hukum Taurat berliku-liku dan tak mungkin dilalui.

Jalan melalui hukum Taurat berliku-liku dan tak mungkin dilalui. Yesus sekarang, melalui keselamata dariNya, membuat jalan yang berliku menjadi lurus dan yang berlekuk diratakan. Kini semua orang bisa melihat keselamatan yang dari Tuhan!

Tidak lagi sulit. Kini tidak seorang pun yang mencari jalan masuk tanpa kemampuan untuk melaluinya. Keselamatan telah digenapi dan siapapun yang mau menerimanya akan mendapatkannya dengan gratis. Siapapun yang menerimaNya akan dilahirkan kembali. “Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.” (Rom 3:26) Tragedi yang terjadi pada banyak orang Kristen adalah bahwa Firman Tuhan tidak dipelajari pada bagian yang penting ini. Dengan demikian, pesan tentang jalan yang sempit dan pintu yang kecil masih dikhotbahkan. Inilah yang membuat orang Kristen sulit untuk berjalan meskipun Yesus telah berkata bahwa itu mudah!

Yesus berkata: “Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.” (Mat. 11:30)

Petemuan para rasul di Yerusalem menghasilkan suatu resolusi agar tidak mempersulit bangsa-bangsa lain yang berbalik pada Tuhan! (Kis: 15:19) Masih ada beberapa orang yang ingin membuatnya menjadi sulit, oleh karena itu hal tersebut hanya menjadi pesan bagi mereka yang tertarik. Namun Firman Tuhan berkata bahwa SEMUA MANUSIA akan melihat keselamatan yang dari Tuhan. Malaikat di padang Betlehem berkata: “sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa.”

Sebuah Jalan Tol, Bukan Jalan Kecil dan Berliku-liku

“Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan,dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.” (Lukas 3:4-6) Ini adalah suatu nubuatan tentang Yohanes Pembabtis namun sesungguhnya secara lebih mendalam nubuatan ini mengacu pada Yesus.

Lihatlah pada gambaran ini: Jalan itu mustahil untuk dilalui dan harus dibersihkan. Jalannya berliku dan harus diluruskan. Jalannya bergelombang dan harus diratakan. Sebuah bulldozer harus menimbun setiap lubang dan meratakan jalan yang terjal.

Yesus sendiri yang membersihkan jalan itu, meluruskan yang berliku dan meratakan jalan itu.

Kini pekerjaan itu telah selesai, Yesus sendiri yang membersihkan jalan itu, meluruskan yang berliku dan meratakannya. Hasilnya adalah jalan yang rapi, mudah, dapat dilalui dan rata.

Jalan

Sebab itu wajar jika orang-orang Kristen pertama disebut “Jalan”’. Karena jalan itu kini bersih dan semua orang dapat melihat keselamatan yang dari Tuhan. “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah.”

Pesannya adalah: “Percayalah pada Yesus Tuhan dan engkau akan diselamatkan.” Semuanya tentang Dia bukan tentang tindakan agamawi. Nabi Yesaya menubuatkan tentang jalan ini: “Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebutkan Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya. Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana; orang-orang yang diselamatkan akan berjalan di situ,dan orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang.

Ini adalah sebuah jalan tol, jalan utama, bukan jalan yang sempit dan berliku.

masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.” (Yes. 35:8-10) Jalan ini sudah tersedia sekarang! Ini adalah sebuah jalan tol, jalan utama, bukan jalan yang sempit dan berliku.

Sebuah Jalan Tol bagi Umat Tuhan

Saya bertumbuh di daerah luar kota dan saya mengerti tentang jalan yang sempit, yang sering digunakan oleh hewan maupun manusia di hutan dan padang. Anda akan mudah tersesat jika tidak terbiasa dengan keadaan sekeliling. Banyak orang yang kehilangan petunjuk di hutan saat mereka melakukan semacam olahraga mencari jejak. Bila keadaannya berkabut atau gelap, Anda pasti akan tersesat.

Namun ada juga jalan yang dilalui mobil melewati hutan, seperti yang sering digunakan oleh pembalap selama rally-cross.

Sebuah jalan utama melintasi tempat tinggal saya sampai ke kota. Selama musim semi, jalannya menjadi begitu bergelombang dan sebagian sulit untuk dilalui, jadi rasanya seperti sebuah kebebasan saat melintasi E-6, sebuah jalan tol yang bagus. Namun sebagian orang Swedia mungkin tidak sependapat bahwa E-6 di Norwegia bukanlah jalan tol yang sesungguhnya dan orang-orang Jerman hanya akan tersenyum pada apa yang kami sebut sebagai jalan tol.

Namun merupakan suatu sukacita akan apa yang dikatakan Firman sebagai “sebuah jalan bagi Tuhan!” Jalan yang telah Tuhan buka adalah jalan yang lurus tanpa belokan, sudut atau kerusakan!

Tidak ada orang yang akan tersesat, dan jalan itu telah membawa kita menuju tempat kudus. (Ibr.10:19-20)

Dengan darahNya di salib, Dia telah menyatukan apa yang di bumi dan di surga. Dan pada tubuhNya melalui kematian, Ia telah mewakili kita menjadi kudus, tak bercela, dan sempurna seperti diriNya. Pesan ini benar-benar berbeda dengan pesan yang dahulu.

Kita telah hampir mengkhotbahkan kebalikan dari karya Yesus yang sempurna.

Kita telah hampir mengkhotbahkan kebalikan dari karya Yesus yang sempurna. Kita mengkhotbahkan tentang pintu yang kecil dan sempit, jalan yang berliku dan terjal. Kita dengan jelas telah melupakan bahwa kini jalan itu telah bersih, yang berlubang telah ditimbun, yang terjal diratakan, dan yang berliku diluruskan. Kini kita mempunyai jalan utama yang mulus – SEBUAH JALAN TOL BAGI UMAT TUHAN. Jalan yang mudah ditemukan dan mudah untuk dilalui. Bahkan orang bodoh pun tidak akan tersesat.

Sebuah jalan tol yang bersih, lurus dan rata, itulah keselamatan bagi semua manusia.

Bukan hanya Beberapa, Tetapi Banyak

Ini bukan lagi hanya bagi beberapa orang pilihan. Kini jalan itu untuk semua manusia. Langkah awalnya adalah bahwa Dia telah mendamaikan dunia dengan diriNya dan menghapus semua dosa dunia. Masalah dosa telah diselesaikanNya bagi pertobatan atas dosa kita bukan hanya kita tapi untuk dosa seluruh dunia. Yesus tidak datang untuk menghakimi dunia, tapi agar dunia diselamatkan melalui Dia. Orang-orang harus mendengar tentang pendamaian ini; karena kita memiliki karunia atas pedamaian.

Karena pendamaian itu, orang-orang sekarang bisa menerima dan menggunakan anugerahNya dan kebajikan dan memperoleh pemulihan untuk mendapatkan kebajikan dan kasih karuniaNya.

Namun Tuhan telah memberikan manusia kehendak bebas; maka pesannya adalah: Roh dan pengantin perempuan itu berkata: “Marilah!” Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: “Marilah!” Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma! Inilah misi besar kita – inilah tugas pengutusan kita dalam terang pewahyuan Paulus.

tidak lagi hanya sedikit orang yang menemukan pintu itu; bangsa-bangsa lain akan datang “dalam jumlah banyak.”

Dengan demikina bukan hanya beberapa orang yang menemukan jalan dan pintu itu; bangsa-bangsa lain akan masuk dalam “jumlah yang penuh.” (Rom. 11:25)

Tuhan memiliki jumlah yang Ia tentukan dan kita tahu bahwa Ia ingin semua manusia diselamatkan. Karena itu Yesus belum datang kembali. Tuhan ingin agar pintu keselamatan itu masih tetap terbuka. (2.Pet. 3:9 and 15)

RumahNYA akan PENUH dengan tamu. (Luke.22:10)

suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa … (Wahyu 7:9)

Seluruh generasi, keluarga, bahasa dan dialek akan mewakili. Tuhan inin semua manusia diselamatkan….

TERIMA KASIH YESUS YANG TELAH MEMBERIKAN HIDUPNYA UNTUK MEMBUKA JALAN. SEBUAH JALAN YANG BARU DAN HIDUP TELAH MENGGANTIKAN JALAN YANG SEMPIT YANG BERLIKU DAN TERJAL….

INI AKAN BERAKHIR PADA SEBUAH PENUAIAN BESAR BAGI SURGA!

 

Oleh: Åge M. Åleskjær

Former Senior Pastor at Oslo Christian Center, now spending most of his time ministering all over Norway and internationally.

Selanjutnya tentang Åge M. Åleskjær | Artikel oleh Åge M. Åleskjær