Kristus Setelah Kebangkitan

Oleh: Åge M. Åleskjær
Dari: January 2010
Ditemukan dalam: Injil Kasih Karunia
Setelah kebangkitan, orang tidak mengenali Yesus sampai Dia menyatakan kepada mereka siapa diri-Nya. Yesus ingin agar kita juga mengenal Dia sebagai Yesus yang telah bangkit.

“Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian. Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (2 Kor. 5:16-17).

“Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup. Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.” (Yohanes14:19:20).

Mengenal Kristus setelah kebangkitan merupakan sebuah dimensi luar biasa dari kelahiran baru. Yohanes 14:20 menyatakan bahwa Yesus tidak hanya berbicara tentang penampakan yang terjadi selama empat puluh hari diantara kebangkitan dan kenaikan. Tetapi disini Dia berbicara tentang kita “melihat Dia” saat kita hidup di bawah Perjanjian Baru – “pada waktu itu” disaat Roh Kudus telah datang dan Yesus telah naik ke sorga.

2 Kor. 5:16-17 membuat hal ini semakin jelas. Paulus berbicara tentang mengenal Kristus dengan cara yang berbeda dengan yang pernah mereka alami – mereka yang mengenal Dia menurut daging.

Yesus berjanji untuk menyatakan diri-Nya pada mereka yang mengasihi-Nya (Yohanes 14:21). Karena itu kita dapat berkata bahwa, “persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus” (1 Yohanes 1:3).

Kebangkitan

Tanpa kebangkitan iman kita sia-sia.
“Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu” (1 Kor 15:14)

“Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus” (1 Kor 15:17-18).

Kebangkitan adalah pusat dari iman yang menyelamatkan.
“Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan” (Rom. 10:9).

Dalam kebangkitan Yesus dinyatakan sebagai Anak Allah yang berkuasa

Tradisi tidak memberikan perhatian yang benar tentang kebangkitan. Banyak orang tidak mengerti bahwa kita dilahirkan kembali melalui kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati (1 Pet. 1:3).
Dalam kebangkitan Yesus menjadi yang sulung di antara banyak saudara (Rom. 8:29)
Dalam kebangkitan Yesus dinyatakan sebagai Anak Allah yang berkuasa (Rom. 1:4).
Saat kebangkitan terjadi Firman ini digenapi:
“Anak-Ku Engkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini” (Kisah 13:33 dan Ibrani 1:5).

Dalam kebangkitan kita “diciptakan dalam Kristus Yesus.” Ciptaan baru langsung berhubungan dengan kebangkitan.

Yesus dalam 40 Hari

Sangat menarik mempelajari Yesus pada saat empat puluh hari setelah kebangkitan sebelum kenaikan.

Mereka yang terbiasa mengenal Dia dalam daging tidak mengenali-Nya lagi. Itu karena orang tidak dapat mengenal Dia dengan cara itu lagi (2 Kor 4: 6). Jadi dunia terakhir kali melihat Yesus saat Dia tergantung di kayu salib. Mereka yang hidup dan bergerak secara fisik, alam manusia tidak lagi melihat Dia.

Dia telah bangkit dengan sebuah tubuh fisik, tetapi itu adalah tubuh kemuliaan. Itulah mengapa mereka tidak mengenali Dia.

Maria berpikir Dia adalah tukang kebun. Dua murid yang dalam perjalanan ke Emaus berpikir bahwa Dia adalah orang asing yang tidak tahu apa-apa, dan para murid ingin bertanya, “Siapakah Engkau?” saat mereka bertemu Dia di tepi danau.

Pewahyuan adalah hal yang wajib untuk mengenali Yesus setelah kebangkitan.

  Pewahyuan adalah hal yang wajib untuk mengenali Yesus setelah kebangkitan. Tiba-tiba Maria melihat bahwa Ia adalah Tuhan. Tiba-tiba mata kedua murid yang dalam perjalanan ke Emaus mengenali siapa Dia. Dan Yohanes berkata saat ia melihat Yesus di tepi danau, “Itu Tuhan!”

Sebuah Teladan Bagi Kita

Tangkaplah pewahyuan yang mulia ini:
Saat Yesus menampakkan diri di taman dekat kubur, Dia menampakkan diri sebagai manusia normal. Dia berpura-pura seperti seorang tukang kebun. Pada titik tertentu Dia menyatakan siapa Dia sebenarnya. Saat Dia berjalan bersama “Murid-murid Emaus,” Dia berpura-pura seperti orang asing yang tidak tahu apa-apa, tetapi Dia menguraikan secara rinci seluruh isi Kitab Suci.

Di tepi danau Dia membakar ikan, dan tampak seperti manusia normal yang bertanggung jawab atas panggangan – sebuah peran yang dapat dihubungkan dengan kebanyakan laki-laki.

Tetapi sesungguhnya Dia adalah Anak Allah!

Pada saat yang tepat Dia menyatakan siapa diri-Nya kepada mereka.

Pada saat yang tepat Dia menyatakan siapa diri-Nya kepada mereka. Ini adalah petunjuk bagi kita tentang bagaimana kita dapat melatih untuk hidup sebagai umat Allah di dalam dunia ini. Kita adalah anak-anak Allah; kita telah dibangkitkan bersama dengan Dia dan duduk bersama dengan Dia di sorga. Bukan kita lagi yang hidup tetapi Kristus hidup di dalam kita. Kita sama dengan Dia di tengah dunia ini.

Tetapi kita harus berpura-pura tampak seperti manusia normal! Kita tidak boleh terlalu cepat mengungkapkan siapa kita sebenarnya. Kita harus bertindak seperti seorang tukang kebun yang normal, seorang normal yang sedang memanggang, dan seorang pendengar yang tertarik dengan berita yang diberitakan.

Kemudian kesempatan yang tepat akan diberikan pada Anda untuk mengungkapkan siapa Anda sebenarnya!

Mengenal Dia Yang Telah Bangkit

Yesus ingin kita mengenal-Nya sebagai Yesus yang bangkit! Dia tidak lagi berada di salib. Mereka yang belum memahami kebangkitan yang membawa salib dengan Yesus yang mati diatasnya.

Kita tahu bahwa Dia hidup, dan kita melihat-Nya; karena Dia hidup, kita hidup! Ada komunikasi di dunia orang hidup. Roh Kudus akan mengenalkan Anda pada Dia yang telah bangkit. Hal itu merubah hidup Anda.

Anda akan menemukan apa artinya saat Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu (Rom. 8:11).

Anda akan menemukan bahwa hidup Yesus dinyatakan dalam tubuh Anda yang fana. Hal itu memberikan vitalitas, kesehatan dan energi secara supranatural. Yesus tinggal di dalam Anda.

Kesembuhan

Kuasa kebangkitan yang memberikan kehidupan bagi tubuh fana kita melalui Roh-Nya.

Iman dalam Dia Yang Bangkit menyembuhkan yang sakit.

Merupakan fakta bahwa Yesus yang telah bangkit dari antara orang mati yang menyembuhkan orang lumpuh di Yerusalem (Kisah 3:16 dan 4:7-12). Saat hidup Yesus dinyatakan dalam tubuh fana kita maka pengurapan kesembuhan itu mengalir. Ini adalah kuasa kebangkitan yang memberikan kehidupan bagi tubuh fana kita melalui Roh-Nya. Semua ini adalah tentang menyadari akan Dia Yang Telah Bangkit.

Pribadi

Dr. T.L. Osborn menjelaskan bahwa apa yang merubah hidup dan pelayanannya adalah perjumpaan dengan Yesus yang bangkit.

Dia mengatakan bahwa dia melihat Yesus dalam pelayanan orang lain. Seseorang yang menunjukkan tanda-tanda dan keajaiban di dalam nama Yesus membuka matanya untuk percaya pada Yesus yang hidup. Kemudian Yesus menyatakan diri-Nya kepadanya. Yesus berdiri dalam kamarnya kira-kira pukuil 6:00 pagi. Dr. T.L. Osborn berkata, “Saat Anda melihat Yesus, Anda tidak akan pernah sama lagi.” Dan yang tidak kurang pentingnya, dia melihat-Nya dalam Firman-Nya.

Lagi dan lagi Paulus bersaksi tentang perjumpaannya dengan Yesus yang bangkit.

Saya sangat bahagia karena saya bertemu Anak Allah yang hidup. Pada 29 Januari1970 Dia menyatakan diri-Nya kepada saya diatas bubungan atap di kota kecil di Norwegia, dan saya mendapatkan pengalaman pertama bahwa Dialah yang membabtis dengan Roh Kudus.

Sejak saat itu saya hidup dengan kesadaran bahwa Dia hidup di dalam saya. Dia menjalani hidup-Nya melalui saya, dan hidup-Nya dinyatakan dalam tubuh saya.

Saat Anda bertemu dengan Dia Yang Telah Bangkit, Anda tidak akan pernah sama lagi!

 

 

Oleh: Åge M. Åleskjær

Former Senior Pastor at Oslo Christian Center, now spending most of his time ministering all over Norway and internationally.

Selanjutnya tentang Åge M. Åleskjær | Artikel oleh Åge M. Åleskjær