KRISTUS SEBAGAI KEHIDUPAN

Oleh: Steve McVey
Dari: January-February 2012
Ditemukan dalam: Injil Kasih Karunia
Yesus Kristus ADALAH Kehidupan dari orang percaya. Ini merupakan realita yang mulia serta yang saya sebut sebagai Perjalanan Kasih Karunia. Berikut ini adalah sebuah usaha untuk merangkum dengan singkat apakah arti dari hal tersebut.

Tentu saja setiap orang Kristen tahu bahwa Injil merupakan pengampunan dari dosa-dosa kita dan penyelamatan dari jiwa kita melalui kasih karunia oleh iman dalam pengorbanan Yesus Kristus di atas kayu salib. Tetapi setelah datang pada Kristus bagi keselamatan, banyak dari kita diberitahu agar menjalani hidup kita BAGI Allah dengan sebaik-baiknya.
Ini merupakan bahasa umum dalam gereja modern tetapi konsep tetang “menjalani hidup kita bagi Allah” sebenarnya merupakan hal yang cukup asing dalam kitab-kitab Perjanjian Baru.

Mati Bersama Kristus

Injil Perjanjian Baru bukanlah sekedar sebuah karunia pengampunan yang diikuti dengan rencana perbaikan pribadi. Lebih dari pada itu, merupakan rencana PENGANTIAN pribadi – kematian dari satu kehidupan dan penggantian dengan yang Lain.

konsep tetang “menjalani hidup kita bagi Allah” sebenarnya merupakan hal yang cukup asing dalam kitab-kitab Perjanjian Baru.

Sebagian besar dari tbuk Kristus memiliki pemahaman tentang darah Yesus yang melepaskan mereka dari dosa-dosa. Tetapi sangat sedikit yang memiliki pemahaman tentang salib Kristus yang juga melepaskan mereka dari diri mereka sendiri – sifat alami Adamik mereka.
Kita terbiasa mendengar tentang salib sebagai tempat dimana Kristus mati bagi pengampunan dosa-dosa. Hal itu indah dan benar! Tetapi lebih daripada itu! Jauh lebih banyak lagi!
Salib juga adalah bagaimana kita telah mati BERSAMA Kristus, sehingga kita dapat berjalan dalam kebaruan dari kehidupan kebangkitanNya.
Tanpa pemahaman tentang salib yang memisahkan kita dari kelahiran pertama, kehidupan daging kita, dan membawa kita kedalam persatuan dengan hidup kebangkitan Yesus, kita dapat menghabiskan bertahun-tahun hidup kita BAGI Allah, bukannya menjadi bejana dari HidupNya.

kita dapat menghabiskan bertahun-tahun hidup kita BAGI Allah, bukannya menjadi bejana dari HidupNya

Paulus berkata:
Gal 2:20: “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” Ini bukanlah PERJUANGAN untuk merubah sifat alami yang lama; ini merupakan penyaliban sifat alami yang lama itu:
Rom 6:6: ”Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya”
dan mengisi bejana duniawi kita dengan sesuatu (Seseorang) yang sepenuhnya baru. Ef 3:19: ... supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.”
Gal 4:19: ”Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu.” Inilah mengapa kita disebut sebagai “ciptaan baru,” dan diperintahkan untuk mengenakan “manusia baru.”
2 Kor 5:17: ” Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.: Ef 4:22: ”... menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan…dan mengenakan manusia baru…”

Injil bukanlah IMITASI dari pekerjaan Kristus; akan tetapi merupakan IMPARTASI dari kehidupan Kristus

Injil bukanlah IMITASI dari pekerjaan Kristus; akan tetapi merupakan IMPARTASI dari kehidupan Kristus,
2 Pet 1:4: ”kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi,” sehingga HidupNya dapat memiliki ekspresi sepenuhnya melalui tubuhNya (gereja).
2 Kor 4:11: ”Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini.”
Ini bukanlah daging menjadi roh (hal itu mustahil!).
Yoh 6:63: ”Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna.”
Rom 7:18: ”Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik…”

Kristus Melalui Kita

Tetapi dengan memahami karya yang telah selesai di kayu salib, kita bisa tahu (Rom 6:6) dan memperhitungkan (Rom 6:11) kematian sifat alami Adamik kita, dan tinggal dalam Kehidupan dari Yesus.
Yoh 15:5: ”Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”
Dan tinggal di dalam Kristus pada intinya sinonim dengan “berjalan di dalam roh;” yakni menjalani kehidupan dari kesatuan dengan Yesus Kristus; hidup di dalam, dan menarik dari, kehidupan dari Yang Lain.
1 Kor 6:17: ”Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.” Gal 5:25: ”Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.”
Dan juga, Injil Perjanjian Baru sebenarnya tidak memusatkan perhatian agar kita (daging kita) menghasilkan buah dari pekerjaan kita bagi Allah.
Yes 64:6: ”dan segala kesalehan kami seperti kain kotor.” Melainkan, kita dibawa kedalam partisipasi/kesatuan dengan hidup Kristus sehingga Allah menghasilkan buah melalui kita ~ sama seperti ranting yang hanya merupakan saluran kehidupan bagi getah pokok anggur. Getah tersebut yang memberikan kehidupan baik pada ranting dan juga menghasilkan buah pada carang-carangnya. 
Yoh 15:4: Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.”
Tentu saja, kita tidak menjadi Yesus. Sebuah ranting tidak menjadi pokok anggur! Tetapi dicangkokkan kedalam partisipasi yang penuh sukacita dengan kehidupan dari pokok anggur, sehingga KEHIDUPAN ITU dapat memiliki ekspresi di dalam dan melalui banyak ranting.
Kekristenan bukanlah tentang banyak orang yang meniru satu Kehidupan. Tetapi tentang ekspresi atau manifestasi dari satu Kehidupan tersebut melalui banyak orang.
Selain itu, perhatian utama dari Paulus bukanlah mendisiplinkan daging kita sehingga kita dapat bertindak semakin seperti Kristus.
Kol 2:23: ” Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi.”
Akan tetapi, dia bekerja dalam doa sampai kehidupan Kristus sendiri terbentuk di dalam tubuh. Gal 4:19: ”Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu.”
Tujuan dari setiap orang adalah memberikan ekspresi dari kehidupan yang tinggal di dalamnya. Allah menyebut kita sebagai “tubuh Kristus,” dan karena itu tujuan abadi kita adalah menjadi ekspresi dari kehidupanNya.
Memahami Kristus sebagai KEHIDUPAN orang percaya merupakan kabar baik yang dibawa oleh salib tentang sebuah pertukaran hidup, dimana kita merupakan pengambil bagian dan menjadikan nyata kemuliaan kehidupan Yesus Kristus,
DAN ITULAH RINGKASAN DARI PERJALANAN KASIH KARUNIA!

Oleh: Steve McVey

Dr. Steve McVey is a dynamic author and speaker who inspires Christians to develop a deeper, more intimate relationship with God.

Selanjutnya tentang Steve McVey | Artikel oleh Steve McVey