Bebas untuk Mengasihi

Oleh: Mike Walker
Dari: March - April 2013
Ditemukan dalam: Injil Kasih Karunia
Apakah kita melakukan perbuatan-perbuatan baik untuk menyenangkan Tuhan atau apakah hal itu kita lakukan sebagai hasil dari hubungan kasih kita dengan Bapa?

Seberapa besarkah kasih karunia Allah? Lebih besar dari dosa terbesar yang bisa Anda lakukan!

Jika hati seseorang lebih condong pada dosa, maka mereka akan melihat pernyataan diatas sebagai sesuatu yang memberikan kebebasan pada mereka untuk memuaskan diri dalam dosa-dosa yang mereka ingin lakukan.  Orang yang hatinya condong pada dosa ini akan terus menerus mencari jalan untuk mendorong batasan dari apa yang boleh mereka lakukan karena, bukankah, kasih karunia Allah lebih besar! Akan tetapi, saat hati kita tertuju untuk meresponi kasih Allah bagi kita, yang telah dinyatakan melalui Yesus, maka kita akan memandang pernyataan tersebut sebagai sesuatu yang memberikan harapan saat kita berbuat kesalahan.

Mereka yang telah menjadi pendukung kasih karunia menemukan bahwa akan ada beberapa pihak yang akan menuduh mereka mempromosikan sebuah pesan yang akan mengakibatkan orang Kristus menjalani gaya hidup yang tidak bertanggung jawab dan imoral. Saya percaya bahwa pemikiran ini berasal dari gagasan bahwa kita semua perlu memiliki hidup yang diatur oleh peraturan-peraturan atau oleh prinsip-prinsip kesalehan. Kebenaran dari gagasan ini menjadi sebuah tuntutan untuk menjalani kehidupan yang berdasarkan pada prestasi untuk memenuhi standar moral yang tinggi.

Dituntun oleh Roh Kudus

Yesus telah menyediakan cara hidup yang lebih baik yaitu dengan melalui tuntunan Roh Kudus. Saat kita dituntun oleh Roh Kudus, maka kita menjadi bebas dari serangkaian peraturan dan/atau hukum-hukum yang mungkin diletakkan oleh agama dalam hidup kita.

Saat kita dituntun oleh Roh Kudus, maka kita menjadi bebas dari serangkaian peraturan dan/atau hukum-hukum yang mungkin diletakkan oleh agama dalam hidup kita.

Gal 5:18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.

Ayat ini tidak satupun menyebutkan bahwa “tidak hidup di bawah hukum Taurat” berarti kita memiliki ijin untuk menjalani hidup yang imoral. Perjanjian Baru memiliki banyak “perintah atau arahan” untuk menolong hidup kita, tetapi semua itu tidak dimaksudkan untuk menjadi pengganti hukum Taurat Perjanjian Lama karena kehidupan orang percaya bukanlah tentang mentaati peraturan. Kehidupan orang percaya adalah tentang memiliki hubungan secara pribadi dengan Allah, Bapa kita.

Saat kita membaca sebuah perintah dalam kitab-kitab Perjanjian Baru, kita menerima sebuah pandangan dimana hidup kita bisa menjadi semakin turut serta dalam hubungan kasih dengan Bapa kita. Tanpa diusahakan, kasih-Nya mulai mengalir keluar dari hidup kita sebagai buah Roh dari kita bagi dunia.

Orang yang tertanam dan berakar dalam legalisme dan hidup oleh peraturan-peraturan sebenarnya dapat menjadi tersinggung dengan bagian akhir ayat ini: kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.” Karena mereka begitu terpancang pada pelanggaran, mereka melewatkan kebenaran luar biasa dalam bagian awal ayat ini dimana kita temukan realita yang menakjubkan bahwa Roh Kudus merupakan penuntun hidup kita yang jauh lebih baik daripada hukum Taurat.

Tanpa diusahakan, kasih-Nya mulai mengalir keluar dari hidup kita sebagai buah Roh dari kita bagi dunia.

Yohanes 16:12 “Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.” 13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari otoritas diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. 14 Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku. 15 Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.”

Disini Yesus menyingkapkan sedikit gambaran tentang masa depan – masa yang kita hidupi sekarang ini setelah kematian, kebangkitan, kenaikan-Nya dan pencurahan Roh Kudus. Dengan kata lain, Yesus memberikan gambaran singkat tetnang Perjanjian Baru Kasih Karunia.

Dia memahami bahwa hal tersebut terlalu berat untuk mereka pahami pada saat itu, oleh karena itu Ia menyatakan kebenaran yang luar biasa kepada mereka. Ia menjanjikan bahwa Ia akan mengirimkan kepada mereka Pribadi dari Roh Kudus agar menuntun mereka ke dalam segala kebenaran. Perhatikan, Yesus tidak mengatakan bahwa Ia akan mengirimkan pada mereka sebuah rangkaian prinsip-prinsip baru untuk menuntun mereka.

Kita semua tahu bahwa kenyataannya ada orang-orang yang menyalahgunakan kasih karunia Allah dan memakainya sebagai ijin untuk berbuat dosa. Tetapi, hanya karena beberapa orang menyalahgunakan kasih karunia, hal itu tidak menjadikan kasih karunia itu salah. Kita juga perlu memahami bahwa hal ini bukanlah hal yang baru. Manusia adalah manusia di seluruh dunia dan beberapa dari mereka memiliki hati yang mencari upaya untuk mendapatkan ijin agar bebas hidup dalam dosa.

Mereka yang berada di bawah Perjanjian Baru melakukan perbuatan baik dari hubungan yang telah mereka miliki bersama Tuhan

Yudas 1:4 Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.

Saat kita melihat kehidupan seseorang yang hidup dibawah legalisme atau agama yang berdasarkan pada perbuatan dan seorang lain yang hidup di bawah kasih karunia dari Perjanjian Baru, kita menemukan bahwa keduanya tetap berbuat seseuatu tetapi motif dalam melakukannya berbeda. Mereka yang berada di bawah legalisme berusaha untuk menyenangkan Tuhan dan menjadi kudus melalui apa yang dapat mereka lakukan. Mereka yang berada di bawah Perjanjian Baru melakukan perbuatan baik dari hubungan yang telah mereka miliki bersama Tuhan.

Kasih karunia – Motif bagi Perbuatan-perbuatan Baik

Mereka yang hidup dalam kasih karunia dari Perjanjian Baru ingin berjalan dalam perbuatan-perbuatan baik karena pewahyuan yang mereka miliki bahwa Yesus telah menjadi dosa supaya kita yang percaya menjadi orang benar – bukan oleh perbuatan melainkan karena menerima. Kita memahami bahwa Yesus telah menjadi pengudusan kita dan telah sepenuhnya membuat kita memenuhi syarat agar dapat menerima segala sesuatu yang telah disediakan oleh Allah Bapa-Nya. Perbuatan-perbuatan kita mengalir secara spontan dari kehidupan orang percaya yang dipenuhi oleh kasih karunia karena mereka dituntun oleh Roh.

Kasih karunia menjadi motif untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik dan hal itu jauh lebih kuat dibanding motif dari legalisme.

Kasih karunia menjadi motif untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik dan hal itu jauh lebih kuat dibanding motif dari legalisme. Anda bahkan tidak dapat mengukurnya. Mengapa? Karena hal itu muncul dari dalam diri kita sementara hukum Taurat atau legalisme mendorong kita dari luar.

Rom 6:14 Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia. 

Titus 2:11 Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. 12 Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keingina duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini

Kasih karunia memberikan keberanian kepada kita di dalam hadirat Allah dan inilah bagaimana kasih karunia mengajar kita! Saat kita memahami bahwa tidak ada yang bisa kita lakukan agar Allah lebih mengasihi kita dari yang sudah Ia lakukan, dan tidak ada yang dapat kita lakukan agar Dia berkurang kasih-Nya kepada kita, sesuatu yang luar biasa terjadi.

Jika Anda ingin tahu bagaimana untuk hidup dalam nilai moral yang tinggi dan mempertahankannya, jangan fokus pada melakukan standar moral yang tinggi. Melainkan, berfokuslah pada hubungan kasih Anda dengan Bapa.

Kita dimampukan untuk bangkit lebih cepat saat kita jatuh dan segara menemukan bahwa sekarang kita memiliki kekuatan yang berasal dari dalam kita dimana kita tidak perlu lagi jatuh.

Hal ini menjadi cara hidup yang normal untuk memiliki kehidupan yang bermoral karena hati kita menginginkan untuk meresponi dengan kasih pada kasih yang luar biasa yang telah dicurahkan Tuhan dalam hidup kita setiap hari! Jika Anda ingin tahu bagaimana untuk hidup dalam nilai moral yang tinggi dan mempertahankannya, jangan fokus pada melakukan standar moral yang tinggi. Melainkan, berfokuslah pada hubungan kasih Anda dengan Bapa. Dalam waktu singkat Anda akan menemukan bahwa Anda bukan bebas untuk berbuat dosa, melainkan bebas untuk mengasihi!

Oleh: Mike Walker

Rev. Walker along with his wife Jane set out to establish and build a strong local church in Post Falls, ID. Thus came the pioneering of Faith Tabernacle Church. Since that step of faith 23 years ago, this journey has seen them into over twenty countries.

Selanjutnya tentang Mike Walker | Artikel oleh Mike Walker