Allah lebih dulu mengasihi!

Oleh: Mary Felde
Dari: April 2010
Ditemukan dalam: Injil Kasih Karunia

Beberapa cerita yang begitu kita dengar terus melekat pada ingatan kita sepanjang masa. Saya pernah mendengar cerita berikut ini satu kali saja, namun sudah tidak terhitung banyaknya saya membagikan cerita ini saat saya mengajar atau menyampaikan Firman di seluruh dunia.

Cerita ini mengisahkan tentang pasangan yang menemui pendeta untuk konseling. ”Suami saya tidak lagi mencintai saya,” keluh sang isteri. Suaminya menjawab, Tidak Pak Pendeta, itu tidak benar. Saya mencintai isteri saya!” “Tidak, dia tidak mencintai saya,” sang isteri berkeras. ”Sungguh, saya mencintai dia! Tapi saya hanya ingin agar dia memasak dan membersihkan rumah. Apakah itu permintaan yang berlebihan?” tanya sang suami. ”Lihat? Dia tidak mencintai saya”, jawab sang isteri, ”karena saya ingin agar ia tetap mencintai saya walaupun saya tidak memasak dan membersihkan rumah. Karena cinta itulah yang memberikan kekuatan dan sukacita bagi saya untuk melakukan semua hal itu.”

Ini adalah kebenaran yang sangat indah! 1 Yohanes 4:19 mengatakan, ”Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.” Kasih Allah BAGI kita dan DI DALAM kita yang menyebabkan hidup kita berubah secara radikal.

Kami berdoa agar Anda dikuatkan dan bertambah di dalam pewahyuan dengan membaca dua artkel yang dipersembahkan dalam newsletter ini. Ambillah waktu untuk mempelajari secara seksama pengajaran dari Pastor Åge M. Åleskjær tentang Hukum Kristus bekerja dalam hidup kita. Beberapa orang berpikir bahwa kalau kita mengatakan bahwa kita tidak dibawah hukum Taurat Musa, kita dikatakan tidak berhukum/durhaka. Namun, bukan seperti itu, karena di di Perjanjian Baru kita memiliki Hukum Kristus, Hukum Kasih. Hukum ini memiliki standar yang lebih tinggi dibanding hukum Musa, tetapi bekerja dengan jalan yang sangat berbeda.

Oleh: Mary Felde

Mary Felde is a missionary and worldwide speaker of the Word of God. She has thought in churches, seminars, conferences, and Bible schools on four continents.

Selanjutnya tentang Mary Felde | Artikel oleh Mary Felde