HATI MEMBARA

Oleh: Mike Walker
Dari: November - December 2011
Ditemukan dalam: Injil Kasih Karunia
Saat Yesus bertemu para pengikut terdekatNya setelah kebangkita, mereka tidak mengenali Dia. Tetapi saat Yesus menyatakan diriNya sesuatu terjadi

Markus 16:9-4 Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan. 10 Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis. 11 Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya. 12 Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota. 13 Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya.14 Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.

MEREKA TIDAK DAPAT PERCAYA

Ini menyatakan peristiwa luar biasa tentang Yesus SETELAH kebangkitan serta kondisi dari para pengikut terdekatNya. Mereka adalah orang-orang yang mengikutiNya setiap hari. Mereka telah melihat mukjizat-mukjizat, melihat Dia berjalan di atas air dan menyaksikan Dia membangkitkan Lazarus dari kematian. Mereka juga ada saat ribuan orang diberi makan sampai kenyang hanya dengan bekal makan siang anak kecil.

Banyak hal yang telah mereka lihat dan dengar! Mereka telah diberi kuasa atas sakit penyakit dan kuasa jahat oleh Yesus dan telah diutus untuk pergi melakukan perjalanan misi singkat. Yesus telah memberitahu mereka bahwa akan ada masalah yang datang dan bahkan Ia telah memberitahu mereka dimana tempat untuk menemuiNya.
32 Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea. Saat semuanya reda, temui Aku di Galilea.

Mungkinkah bahwa orang-orang tersebut sangat berakar dalam keagamaan sekalipun telah bersama dengan Yesus lebih dari tiga tahun?

Mari kita melihat lebih dalam tentang beberapa hal ini karena kita dapat menemukan kebenaran yang sangat penting. Mengapakah mereka tidak dapat percaya? Mungkinkah bahwa orang-orang tersebut sangat berakar dalam keagamaan sekalipun telah bersama dengan Yesus lebih dari tiga tahun? Mereka dibesarkan dibawah Hukum Taurat Musa, tetapi Yesus datang dengan suara baru dan kuasa Allah yang mengalir melalui Dia.

Mereka Tetap Tidak Tahu Luar Biasanya Pewahyuan Tentang “Kristus Di Dalam Kita, Harapan Akan Kemuliaan!” Mereka mengenal Yesus sebagai Allah diluar diri mereka – kita mengenal Dia sebagai Allah yang tinggal di dalam kita!

Mereka melihat Dia menggenapi Hukum Taurat seperti yang tertulis. Dia bahkan telah memberikan percikan dari apa yan akan datang tetap mereka tetap belum dapat menangkapnya, karena segala sesuatu yang mereka lihat disaring melalui mata Hukum Taurat.
Yohanes 16:12 Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.

Setelah kebangkitan Yesus mulai menyatakan diriNya kepada mereka dan mereka mulai melihat Yesus tanpa selubung kedagingan, tanpai sebulung Hukum Taurat dan semua alasan dalam pikiran-pikiran mereka. Saat kita, juga, bertemu Yesus, segera segala sesuatu yang lain mulai menjadi fokus dalam hidup kita.

Mari kita melihat kejadian tentang dua murid yang bertemu Dia saat melakukan perjalanan.
Lukas 24:13 Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, 14 dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. 15 Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. 16 Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.

Iman harusnya timbul dari pendengaran, tetapi kadang hal itu dikaburkan oleh berbagai macam situasi dan juga oleh pemikiran agamawi yang mencoba untuk dapat mengerti semuanya.

Mereka berdua telah mendengar bahwa Yesus bangkit melalui laporan dari Maria dan para perempuan lainnya, tetapi mereka tidak percaya. Iman harusnya timbul dari pendengaran, tetapi kadang hal itu dikaburkan oleh berbagai macam situasi dan juga oleh pemikiran agamawi yang mencoba untuk dapat mengerti semuanya. Ingat, para murid telah diberitahu oleh Yesus agar pergi ke Galilea dan bertemu dengan Dia, tetapi mereka malah berduka dan menangis saat para perempuan itu datang.

Pada saat para lelaki itu berjalan pulang sejauh tujuh setengah mil dan berbicara tentang peristiwa-peristiwa yang baru terjadi saat seharusnya mereka berjalan menuju ke Galilea, Yesus bergabung dengan mereka dalam perjalanan itu. Akan tetapi mereka tidak mengenal siapa Dia.

Banyak orang di dunia saat ini tidak mengenali siapakah Yesus sebenarnya. Gereja-gereja Kristen dipenuhi dengan orang-orang yang sangat mengenal tentang agama. Tetapi saya membayangkan bagaimana bila Yesus bergabung dalam perjalanan mereka, akankah mereka mengenal siapa Dia?

MELIHAT YESUS YANG BANGKIT

Para murid itu sangat prihatin dengan hal-hal buruk yang telah mereka lihat, dan Yesus, yang adalah pribadi utama dalam drama itu mengatakan, “Hal apa?”
Lukas 24:27-36 Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. 28 Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya. 29 Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: “Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam.” Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.


30 Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. 31 Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.


Saat mereka duduk makan, Yesus mulai untuk memecah-mecahkan roti dan membagikannya ke sekeliling meja. Pastinya Dia mulai terlihat seperti yang mereka kenal – cara Dia bertingkah laku dan bagaimana gerak-gerikNya. Kemudian tiba-tiba mereka tahu – Dia hidup! Dia hidup! Itu memang benar! Penghalang dari Hukum Taurat menghilang dan situasi yang gelap menghilang!

32 Kata mereka seorang kepada yang lain: “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?”

Kita tidak akan pernah benar-benar memahami Perjanjian Lama sampai kita melihat Yesus yang telah bangkit!

Mereka merasa begitu hidup saat Ia berbicara dengan mereka dan untuk pertama kalinya Perjanjian Lama mulai menjadi masuk akal dalam hati mereka. Kita tidak akan pernah benar-benar memahami Perjanjian Lama sampai kita melihat Yesus yang telah bangkit! Hari sudah menjadi gelap, sudah malam, dan mereka telah mengalami masa-masa traumatis selama beberapa hari belakangan, lalu kemudian mereka melakukan perjalanan pulang sejauh tujuh setengah mil. Tetapi mereka bahkan tidak menghabiskan makanannya.
33 Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka. 34 Kata mereka itu: “Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon.” 35 Lalu kedua orang itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.


Hati mereka berkobar-kobar! Mereka tidak dapat menahan lebih lama lagi, mereka membawa api itu dengan berjalan kembali ke Yerusalem lagi selama tiga jam perjalanan. Saya hampir dapat merasakan detak jangtung mereka saat mereka semakin dekat ke Yerusalem. Mereka mungkin mulai berlari dn berteriak sebelum sampai ke tempat tujuan.

Di dalam kitab Markus tentang hal ini, bahkan saat dua orang murid itu kembali lagi, dipenuhi dengan pewahyuan tersebut, mereka menemukan kesebelas murid dan yang lainnya masih berkumpul dalam kesedihan, kedukaan dan ketidakpercayaan. Mereka tidak percaya. Ini adalah sebuah kelompok yang keras – sebuah kelompok yang terikat dengan situasi – melihat melalui realita alami dari pikiran yang tidak mengenal Allah.

36 Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: “Damai sejahtera bagi kamu!” Berbahagialah mereka yang berdukacita karena akan dihiburkan! Damai sejahtera bagimu.
Lukas 24:37 Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.

Mereka masih tidak percaya. Mereka tidak mempercayai Maria dan mereka juga tidak mempercayai kedua orang murid. Sekarang Yesus sendiri berdiri di hadapan mereka dan mereka tetap tidak percaya! Mereka dibutakan oleh Hukum Taurat, dibutakan oleh rasa takut dan dibutakan oleh situasi sekitar.
38 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?
39 Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.” 40 Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.

Secara pribadi Yesus berkata pada mereka “Aku sendirilah ini.” Rabalah Aku. Kemudian Dia menunjukkan tangan dan kakiNya yang memiliki bekas paku akan tetapi tetap saja…
41 Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: “Adakah padamu makanan di sini?”

Lukas 24:42 2 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. 43 Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. 44 Ia berkata kepada mereka: “Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.”

45 Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.

Sekaranglah waktunya untuk bertemu Juru Selamat yang telah bangkit, Yesus Kristus! Dia telah membayar lunas di atas kayu salib. Dia telah menanggug dosa-dosa kita, Dia telah menanggung sakit penyakit kita; Dia menjadi miskin supaya kita dapat diberkati dan menjadi berkat. Dia adalah penuntun kita dan menjadi sahabat yang jauh lebih karib dari saudara. Dia telah mengalahkan semua kuasa maut dan neraka; Dia telah menaklukkannya sehingga kita dapat menjadi lebih dari pemenang! Kita selalu menang dalam Kristus Yesus! Dia tidak hanya telah bangkit, Dia juga telah naik dan duduk – jauh mengatasi semua pemerintah-pemerintah, penghulu-penghulu dan penguasa-penguasa dan dia telah membangkitkan kita untuk duduk bersama dengan Dia dalam kemuliaan!

Oleh: Mike Walker

Rev. Walker along with his wife Jane set out to establish and build a strong local church in Post Falls, ID. Thus came the pioneering of Faith Tabernacle Church. Since that step of faith 23 years ago, this journey has seen them into over twenty countries.

Selanjutnya tentang Mike Walker | Artikel oleh Mike Walker