Ini Mudah!

Oleh: Åge M. Åleskjær
Dari: August - September 2012
Ditemukan dalam: Injil Kasih Karunia
Yesus sendiri berkata bawa kuk yang Dia pasang itu mudah dan beban-Nya ringan.

Semua agama memiliki sebuah dasar pokok yaitu tuntutan untuk berusaha dan pencapaian. Inilah mengapa kuil-kuil dan tempat-tempat penyembahan dipenuhi dengan berbagai ritual, persembahan, latihan pertobatan dan berbagai kegiatan agamawi.

Injil merupakan kebalikannya! Dalam kasus ini, Allah adalah pihak yang melakukan sesuatu. Di dalam Kristus, Dia telah mendamaikan dunia dengan diri-Nya sendiri, dan sekarang menawarkan keselamatan dengan cuma-cuma melalui kasihkarunia yang murini – tanpa usaha. Ini merupakan kabar yang begitu baik sehingga banyak orang memiliki masalah untuk menerimanya, sehingga perbuatan-perbuatan agamawi telah terselip pada jajaran kekristenan juga.

Ini merupakan kabar yang begitu baik sehingga banyak orang memiliki masalah untuk menerimanya, sehingga perbuatan-perbuatan agamawi telah terselip pada jajaran kekristenan juga.

Banyak orang percaya bahwa Allah akan menghakimi mereka sesuai dengan perbuatan mereka, dan akhir kekekalan mereka tergantung pada apa yang telah mereka lakukan “sebaik mungkin yang bisa mereka lakukan.” Khayalan ini merupakan hasil dari khotbah tentang “hukum Taurat dan injil.”

Untungnya, orang Kristen tahu bahwa Yesus adalah jalan, kebenaran dan kehidupan. Tidak seorangpun bisa datang kepada Bapa kecuali melalui Dia.

Tetap saja banyak orang Kristen setelah lahir baru mulai bergumul dan berjuang dalam usaha pribadi mereka sendiri. Mereka mencoba melakukan perbuatan-perbuatan yang “sesuai dengan pertobatan,” dan mereka berakhir dalam pergumulan untuk memuaskan Allah. Jadi dengan perlahan-lahan, Kekristenan telah menjadi sebuah agama yang berdasarkan pada perbuatan juga.

Perhentian

Inilah mengapa undangan Yesus memberikan kemerdekaan yang luar biasa! Dia mengundang setiap orang yang letih lesu dan berbeban berat dengan berkata, “Marilah kepada-Ku dan Aku akan berikan perhentian kepadamu.”

Seluruh pasal 4 dari Surat Ibrani berisi tentang perhentian iman ini: “Kita yang percaya masuk ke tempat perhentian itu.”

Pasal itu menjelaskan bahwa mereka yang mati di padang gurun tidak dapat masuk karena ketidaktaatan dan ketidakpercayaan. Bahkan Yosua pun tidak memimpin mereka masuk kedalam peristirahatan ini, karena di generasi berikutnya, Daud, bernubuat dan berkata, “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu.” Dengan demikian, ia sedang berkata tentang sebuah hari dimana manusia dapat masuk ke dalam perhentian. Hari itu adalah hari ini; inilah “hari keselamatan.”

Yang ia bicarakan disana bukanlah sorga ataupun kekekalan, karena di sana tidak mungkin ada yang mengeraskan hati. Ia bicara tentang sesuatu yang untuk saat ini dan hal ini menjadi kesaksian esar tentang apa sebenarnya perhentian iman itu. Anda dapat berhenti dari segala usaha Anda, sama seperti Allah berhenti dari segala pekerjaan-Nya.

Banyak orang Kristen yang kelelahan tidak pernah mengalami apa artinya naik tinggi seperti rajawali dan berlari tetap tidak menjadi lesu.

Semua pekerjaan telah selesai. Semuanya telah dipersiapkan sebelumnya agar kita dapat berjalan didalamnya dan di dalam Dia kita memiliki semua kuasa, semua perlengkapan dan semua energi yang dibutuhkan. Ini adalah injil yang fantastis bagi semua orang Kristen yang menderita karena stres.

Ini merupakan perhentian dari perbuatan-perbuatan daging – sebuah perhentian di dalam Allah dimana Dia yang bekerja di dalam Anda baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. Banyak orang Kristen yang kelelahan tidak pernah mengalami apa artinya naik tinggi seperti rajawali dan berlari tetap tidak menjadi lesu. Tetapi mereka yang menunggu Tuhan telah belajar untuk hidup dengan mengambil semua energi dari Dia yang hidup di dalam mereka.

Mudah Menjadi Orang Kristen

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan

Inilah pesannya! Yesus ingin membebaskan Anda dari semua beban berat dan menuntun Anda ke dalam hidup yang mudah.

Banyak orang Kristen di Norwegia menyanyikan, “Menjadi sangat mudah saat beban terjatuh, beban itu terjatuh pada keterlupaan….” Di negara-negara lain ada lagu lain yang sangat mirip. Kita menyanyikan tentang kemerdekaan yang datang saat beban dosa terlepas.

Tetapi sayangnya hal itu sering kali sangat singkat dirasakan sebelum orang Kristen mengalami bahwa ada seseorang yang “meletakkan kuk pada tengkuk para murid,” sama seperti yang dibicarakan dalam Kisah 15:10-11. Tetapi Yesus menawarkan hidup dimana manusia dapat terus menerus berada dalam kemerdekaan. Sangat memungkinkan setiap saat kita meletakkan beban-beban pada-Nya.

Kuk Yang Kupasang itu Enak
Yesus mengatakan bahwa Ia memiliki kuk yang harus kita pikul. Pada saat yang bersamaan Ia berkata bahwa kuk-Nya itu enak dan beban-Nya ringan. Bagaimana mungkin sebuah “kuk” menjadi enak dan beban menjadi ringan?

Karena saya dibesarkan di pedesaan, saya tahu apa artinya sapi-sapi yang dipekerjakan menggunakan kekang. Seseorang meletakkan kuk diatas pundak sapi-sapi sehingga mereka dapat menarik bersama-sama. Yesus menawarkan pada kita untuk bekerja di dalam satu kekang bersama dengan Dia. Rahasianya adalah Dia yang menanggung bagian yang berat, sedangkan bagian yang ringan diletakkan pada Anda. Faktanya, Dialah yang menarik semua beban, tetapi Anda diijinkan unutk berjalan disebelah-Nya dan Anda merasa bahwa diri Anda memiliki andil dalam pekerjaan tersebut. Saat Anda melihat hasil bajakan, Anda akan berkata, “Wow, lihat apa yang sudah kita lakukan!” Tetapi kenyataannya bukan pekerjaan Anda, melainkan kasih karunia Allah yang bersama-sama dengan Anda. Paulus berkata seperti ini:
“Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.” (1 Kor 15:10)

Tidak Ada Keringat dalam Hadirat Allah
Perjanjian Lama penuh dengan gambaran. Ada gambaran yang besar dalam hubungannya dengan para imam yang melayani dalam hadirat-Nya. Dalam konteks saat dikatakan mereka mengenakan lenan, dikatakan ” tetapi jangan memakai ikat pinggang yang menimbulkan keringat” (Yeh. 44:18). Ini melambangkan bahwa Allah tidak ingin apapun yang mewakili usaha manusia atau pekerjaan daging. Tidak ada keringat dalam hadirat Allah!

Di sisi lain, kita “bekerja lebih keras dari padamereka semua!” Tapi itu terjadi melalui kasih karunia-Nya, ” karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya” (Filipi 2:13). Cara lain untuk mengatakan itu adalah bahwa “kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya supaya kita hidup di dalamnya” (Efesus 2:10). Ini bukanlah sesuatu yang olehnya menimbulkan “sangat lelah!”


Melalui Salib Kita Tidak Lagi Sadar Akan Dosa
Salib Yesus Kristus adalah pusat dari Injil. Semua simbol, pengorbanan dan pelayanan dalam Perjanjian Lama adalah contoh korban yang sempurna yang akan datang. Inilah sebabnya mengapa Ibrani mengatakan bahwa mereka adalah contoh dan bayangan dari hal-hal yang akan datang, tapi sekarang hal yang nyata ada di sini.

Masalahnya adalah bahwa semua korban itu tidak pernah bisa membuat sempurna atau bebas dari kesadaran akan dosa. Jadi selalu ada pengingat akan dosa, dan pengorbanan harus dipersembahkan tiap tahun terus-menerus. Ibrani 10:1-2, Revised Standard Version (RSV) mengungkapkan hal ini dengan sempurna:
“Karena hukum Taurat hanya memiliki bayangan dari hal-hal baik yang akan datang bukanbentuk sebenarnya dari realita ini, tidak akan pernah, oleh korban yang sama yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, menyempurnakan mereka yang datang mendekat. Jika tidak, tidak akankah mereka berhenti untuk dikorbankan? Bila para penyembah telah satu kali dibersihkan, mereka tidak akan lagi memiliki kesadaran akan dosa.”

Masalahnya adalah bahwa realita tidak datang; hukum Taurat memiliki bayangan akan hal baik yang akan datang. Tapi kini realita itu sudah datang. Kini “hal baik yang akan datang” ada di sini.

Korban Kristus yang sempurna telah datang: 
“Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan”. (Ibr 10:14)


Sekali untuk Selamanya
Ekspresi kunci adalah “sekali untuk selamanya.”

” tidak akankah mereka berhenti untuk dikorbankan? Karena para penyembah telah satu kali dibersihkan, mereka tidak akan lagi memiliki kesadaran akan dosa.” (Ibr. 10:2)

“Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.” (Ibr. 10:10).

Ini adalah dasar dari keselamatan kita yang lengkap.

“Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna (dengan lengkap, sempurna, sampai akhir dan selamaya sampai kekekalan) semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah… “(Ibr 7:25, AMP)

Perhatikan beberapa detail yang luar biasa:
Ibrani 10:2 mengatakan bahwa bila kita telah disucikan sekali untuk selamanya, kita tidak akan lagi mempunyai kesadaran akan dosa. Kita telah disucikan sekali untuk selamanya. Secara konsekuen, kita tidak memiliki kesadaran akan dosa. Sebaliknya kita telah menerima “kesadaran akan kebenaran.”

Kunci untuk hidup oleh hukum yang memerdekakan adalah manusia perlu melihat hal ini sehingga ada perubahan dalam pikirannya. Memperoleh kesadaran bukan seorang pendosa lagi, namun menjadi benar! Sehingga bisa hidup dan berjalan dalam hak istimewa sebagai orang benar.

Untuk Kebanggaan dalam Tuhan

Karena Yesus menjadi satu dengan kita, dan kita menjadi satu dengan Dia, hal ini mudah untuk menangkap kebenaranya dalam 1 Kor. 1:30-31:
Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita. Karena itu seperti ada tertulis: “Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.”

Banyak orang Kristen benar-benar perlu menghadiri kursus tentang bagaimana berbangga dalam Tuhan!

Banyak orang Kristen benar-benar perlu menghadiri kursus tentang bagaimana berbangga dalam Tuhan!

Karena kita telah diindoktrinasi untuk berpikir bahwa tidak ada satupun yang dapat membuat kita bermegah, kita telah kehilangan apa yang diartikan sebagai bermegah dalam Tuhan. Namun disitulah terletak kebohongan: Kita tidak memiliki apapun untuk membuat kita bermegah atas apa yang kita lakukan; semua kemegahan kita dikecualikan oleh hukum iman.

Hal ini karena Kristus adalah hidup kita, sehingga kita memang memiliki sesuatu untuk bermegah. Kita bisa berbangga dalam Tuhan. Ini berarti bahwa kita berani mengaku siapa kita di dalam Dia dan siapa Dia di dalam kita.

Dia adalah kebenaran kita, pengudusan dan penebusan kita. Karena itu kebenaran kita adalah yang terbaik di alam semesta-itu sempurna. Dia adalah kebenaran kita. Hal itulah yang bisa kita banggakan. Dia jugalah pengudusan kita.
Terlebih Dia di dalam kita. Dia yang ada di alam kita lebih besar dari dia yang ada dalam dunia ini. Itu membuat kita menjadi para pemenang. Kita bisa berkuasa dalam hidup melalui Yesus Kristus.

Dalam hal inilah kita berbangga!

Itu berarti kita dengan berani mengaku apa yang dikatakan Firman Tuhan tentang kita. Itu bukan sombong – melainkan rendah hati. Bisakah Anda melihatnya? Rendah hati adalah tunduk pada Firman. Anda tidak boleh sombong dan bersikeras bahwa Anda sengsara dan lemah, sementara Firman memberitahu Anda bahwa Anda duduk dengan Dia di sorga, dan Anda sedang memerintah sebagai raja dalam hidup.

Kita Bermegah dalam Yesus Kristus
“karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, danbermegah dalam Kristus Yesus, dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. ” (Fil. 3:3).

Paulus menyaksikan dan berkata bahwa dia bisa ermegah dalam daging, namun tidak dilakukan. Alasannya adalah apa yang diperoleh dalam Kristus teramat lebih besar nilainya. Kebenaran yang ia miliki dalam Kristus, dan kesatuan bersama-Nya, teramat lebih enting dari segalanya.

“Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia. Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya. ” (Gal. 6:14-15).

Satu-satunya yang dimegahkan oleh Paulus adalah karya Kristus dalam hidupnya. Dia bermegah akan hasil karya salib. Oleh salib, ia disalibkan bagi dunia dan kini ia adalah ciptaan baru dalam Kristus. Itulahyang ia banggakan! Paulus tahu bahwa pesan salib merupakan kebodohan. Sebagai orang Yahudi ia dianiaya oleh karena salib dan Yesus. Tapi Paulus membanggakan dirinya dalam Yesus dan salib. Ia berkata, “Aku tidak malu akan Injil Kristus!”

Beberapa orang tidak suka untuk dianiaya demi salib:
“Mereka yang secara lahiriah suka menonjolkan diri, merekalah yang berusaha memaksa kamu untuk bersunat, hanya dengan maksud, supaya mereka tidak dianiaya karena salib Kristus” (Gal. 6:12).

Yesus Kristus dan salib-Nya adalah kebanggaan kita. Kita mengambil kebanggaan dalam kebenaran kita melalui darah-Nya, dalam kematian kita dengan-Nya terhadap dosa, hukum Taurat, dan dunia, dalam kesembuhan kita melalui bilur-Nya, dalam kebangkitan bersama-Nya untuk hidup baru, duduk bersama-Nya di surga, dalam memiliki otoritas dalam nama-Nya atas penyakit dan roh-roh jahat, dan menjadi seperti Dia di tengah-tengah dunia ini!

Kuasa Kasih Karunia!

supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. (Rom 5:21)


Yesus datang untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan (Luk 4:19):
“Untuk memberitakan rahmat dan tahun rahmat Tuhan [hari ketika keselamatan dan kemurahan Tuhan berlimpah” (AMP).

Dalam terjemahan Norwegia, tahun rahmat disebut tahun kasih karunia. Kasih karunia berarti “kemurahan yang tidak layak,” ” kejutan yang menyenangkan,” “dari Tuhan berlimpah kepada Anda.” Tahun rahmat merupakan tahun anugerah saat kemurahan yang cuma-cuma berlimpah dari Tuhan.

Dalam Perjanjian Lama, tahun kelima puluh adalah tahun Yobel. Pada tahun Yobel semua utang dihapuskan, semua budak dibebaskan dan tanah dikembalikan kepada orang yang memiliki tanah sebagai miliknya.

Inilah sebabnya mengapa Yesus menyebutnya sebagai tahun rahmat Tuhan - tahun kasih karunia. Dia menambahkan kabar baik kepada orang miskin dan kebebasan bagi mereka yang tertindas dan tawanan.

Kasih karunia demi Kasih karunia
Semua orang Kristen memiliki semacam pemahaman tentang kasih karunia. Semua orang tahu bahwa kita diselamatkan oleh kasih karunia:
“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” (Ef. 2:8-9).

“dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.” (Rom. 3:24).

Namun, ada banyak orang Kristen yang berjerih lelah dan bergumul karena mereka tidak mengerti bahwa segalanyaoleh kasih karunia!

Untungnya sebagian besar orang percaya telah mengerti! Namun, ada banyak orang Kristen yang berjerih lelah dan bergumul karena mereka tidak mengerti bahwa segalanya oleh kasih karunia! Penemuan besar adalah untuk melihat bahwa pengudusan oleh kasih karunia, pelayanan oleh kasih karunia, kepenuhan oleh kasih karunia, karunia Roh adalah karena kasih karunia, dan segala sesuatu tentang kehidupan orang Kristen adalah karena kasih karunia.
Kehidupan Kristen adalah kasih karunia tidak ditambah apa-apa!

Observasi Pribadi
Seperti yang telah saya singgung dalam buku ini, pengalaman saya dalam berbagai lingkungan Kristen telah menunjukkan kepada saya betapa mudahnya untuk berakhir dalam kehidupan Kristen di mana seseorang jatuh jauh dari kasih karunia.

Ketika berkaitan dengan keselamatan orang memahaminya adalah karena kasih karunia, tetapi dalam hal lainnya mereka berakhir dengan berusaha. Ketika saya sedang mencari untuk dibaptis dalam Roh Kudus, khotbah yang diberikan pada saya mengatakan bahwa itu akan menjadi suatu pergumulan. Namun Firman mengatakan:
“Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; ” (Yoh 1:16).
Kita berbicara tentang berbagai tingkatan kasih karunia: kasih karunia demi kasih karunia! Hal ini tidak hanya keselamatan oleh kasih karunia. Kepenuhan juga karena kasih karunia.

Pengudusan
Beberapa orang percaya bahwa fokus pada kasih karunia akan membuat orang bebas berbuat dosa (ini dibahas dalam artikel “Tentu Tidak!”). Tapi Firman itu menunjukkan kepada kita bahwa pengudusan adalah karya kasih karunia - itu gratis, itu tidak layak, dan itu adalah kejutan yang menyenangkan. Titus 2:11-12 menjelaskan bahwa kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Kasih karunia ini mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi …

T.B Barratt menyebutnya “karya pengudusan kasih karunia.” Petrus menyebutnya “pengudusan Roh.” Tidak ada ruang untuk usaha pribadi dan perbuatan daging.

Pelayanan
Paulus memberikan kita sekilas tentang rahasia pelayanan:
“Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. ” (1 Kor. 15:10)

Kapasitas kerjanya yang besar adalah karya kasih karunia! Hal itu sama seperti bagi Yesus, merupakan “makanan” bagi dia untuk melakukan kehendak Allah. Sama seperti Yesus, Ia tidak melakukan apapun atas inisiatifnya sendiri - Ia hanya melakukan apa yang Dia lihat Bapa lakukan.

Ini merupakan suatu peristirahatan yang menjadi obat bagi segala kelelahan dalam pelayanan.

Ini merupakan suatu peristirahatan yang menjadi obat bagi segala kelelahan dalam pelayanan.

Sama halnya juga dengan tanda-tanda dan mukjizat semua oleh kasih karunia (Gal. 3:5). Oleh karena itu,  salah ketika seseorang menekankan harga yang Anda harus bayar untuk kekuatan mukjizat Allah. Itu adalah harga yang Yesus sudah bayar! Paulus mengatakan:
“Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus olehku, yaitu untuk memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, oleh perkataan dan perbuatan, oleh kuasa tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh kuasa Roh, …” (Rom. 15:18-19).

Dan pada saat ini kita pun tidak memiliki sesuatu untuk berbangga tentang diri kita sendiri! Jika Tuhan memakai Anda, itu adalah karena kasih karunia. Jika Allah melakukan keajaiban dalam pelayanan Anda, itu adalah karena kasih karunia.:

“Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia. ” (Rom. 11:6).

Oleh: Åge M. Åleskjær

Former Senior Pastor at Oslo Christian Center, now spending most of his time ministering all over Norway and internationally.

Selanjutnya tentang Åge M. Åleskjær | Artikel oleh Åge M. Åleskjær