Ini Waktunya Untuk Menyatakan Tentang Dia

Oleh: American missionary based in Asia
Dari: November 2008

Menyatakan Yesus pada bangsa-bangsa telah menjadi detak jantung kami. Saya dan isteri serta tiga anak laki-laki kami telah menjadi misionaris di Filipina selama 9 tahun. Kami telah mendapatkan kehormatan untuk membantu pendirian sebuah gereja, mengelola sebuah panti asuhan, mengajar di sekolah Alkitab dan melakukan perjalanan di beberapa negara di Asia Selatan.

Allah masih belum selesai dengan kami

Tiga tahun lalu kami mempertimbangkan untuk berkemas dan kembali ke Amerika Serikat. Tetapi Allah masih belum selesai dengan kami. Sebuah kesempatan pelayanan baru terbuka dan kami pindah ke kota besar Manila. Pada saat transisi ini seorang teman misionaris saya mulai memberikan CD, buku-buku dan bahan pengajaran mengenai kasih karunia. Saya tidak tahu bagaimana hidup dan pelayanan saya akan berubah dengan radikal. Pewahyuan tentang kasih karunia dan kebaikan Allah merubah perjalan saya dengan Dia kedalam sebuah persembahan hidup dengan Allah yang penuh kasih. Saya telah menemukan bahwa segala yang saya lakukan adalah respon atas segala yang telah Dia lakukan bagi saya. Saya suka kutipan dari Watchman Nee: “Kekristenan tidak dimulai dengan melakukan hal yang besar, tetapi dari hal besar yang telah dilakukan.” Saat saya mulai untuk berfokus pada apa yang telah dilakukan Kristus saat itulah saya menemukan bahwa saya memiliki energi dan kekuatan baru untuk melakukan pekerjaan Kristus.

Irama kasih karunia yang tidak dipaksakan

Tahun-tahun dimana saya mencoba untuk membuat sesuatu terjadi dalam pelayanan telah membuat saya lelah dan frustrasi. Ayat dari Matius 11:28-30 dalam The Message Bible membuka mata saya akan sebuah jalan hidup yang baru dan menyenangkan: “Apakah engkau lelah? Lesu? Berbeban berat karena agama? Datanglah pada-Ku. Pergilah bersama-Ku dan engkau akan menemukan hidupmu. Aku akan tunjukkan kepadamu bagaimana mendapatkan istirahat yang sesungguhnya. Aku tidak akan meletakkan segala sesuatu yang berat atau menyakitkan padamu. Tetaplah bersama-Ku dan engkau akan belajar untuk hidup dengan bebas dan ringan.”

“Irama kasih karunia yang tidak dipaksakan” itu tidak hanya memulihkan sukacita saya tetapi juga membuat saya semakin produktif dalam pelayanan. Kemanapun saya pergi, saya menemukan orang-orang yang berada pada perahu yang sama dengan saya dulu, bekerja keras tetapi memperoleh sedikit, lelah dan berbeban berat karena agama. Tetapi saya juga menemukan bahwa saat Anda tetap fokus pada karya yang telah Kristus selesaikan, orang akan meresponi dengan besar-besaran. Sangat luar biasa apa yang akan dilakukan Allah melalui Anda saat Anda menyatakan tentang Yesus dan apa yang telah Dia lakukan. Membuatnya mudah diterima oleh orang. Berfokus pada Kristus dan apa yang telah dia lakukan mengobarkan rasa lapar pada orang dan membuat mereka sangat mudah untuk menerima segala sesuatu yang mereka perlukan dari Allah. Iman untuk hal yang supranatural menjadi hidup saat kita tidak memandang diri kita melainkan berfokus pada Kristus, pencipta dan penggenap iman kita.

“ Pewahyuan tentang kasih karunia dan kebaikan Allah merubah perjalan saya dengan Dia kedalam sebuah persembahan hidup dengan Allah yang penuh kasih.”

Dulu saya berpikir bahwa tujuan utama dalam hidup adalah untuk meniru pekerjaan Kristus. Seperti pekikan perang banyak orang Kristen yang punya maksud baik yaitu “apa yang akan dilakukan Yesus?” Saya telah menemukan bahwa saya tidak dipanggil untuk meniru Kristus, tetapi hidup di dalam Kristus. Karena kasih karunia Allah kita bukanlah peniru atau penonton – tidak, kita adalah orang yang mendapat bagian (Kol 1:12). Kita dapat masuk kedalam semua yang telah diraih Kristus bagi kita.
Hasil lain dari pesan kasih karunia adalah meningkatnya keberanian. Ibrani 10:12 berkata “Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus.” Sekarang saya melihat dan mengerti bahwa karena pengorbanan Yesus, tidak ada yang menjauhkan saya dari hadirat Allah. Saya menolak untuk membiarkan rasa bersalah dan dakwaan dari kesalahan masa lalu menghalangi saya dalam menjalani rencana Allah. Sekarang saya tahu, Yesus telah dihukum sehingga saya dapat hidup dengan bebas dan ringan.

Apa yang dilakukan agama kepada manusia

Saya telah melihat sendiri bagaimana agama mencoba untuk menjauhkan kita dari hadirat Allah dengan memusatkan pada apa yang harus kita lakukan. Saya menangis saat ada orang yang memberi tahu saya bahwa di sepanjang hidupnya, mereka merasa tidak layak atau tidak cukup baik untuk bisa mendapatkan hubungan dengan Allah. Merupakan sukacita tersendiri untuk memberitahukan pada mereka bahwa Allah menerima mereka bukan berdasarkan pada apa yang telah mereka perbuat, tetapi pada apa yang telah diselesaikan Yesus bagi mereka.

Alkitab menjadi hidup!

Saya juga menemukan bahwa Alkitab menjadi hidup, berbeda dengan yang sebelumnya, saat Anda mencari tentang Yesus. Dia adalah benang merah yang menghubungkan dari Kejadian sampai Wahyu. Kasih karunia telah membuka mata saya untuk melihat Dia dengan cara yang berbeda dari yang sebelumnya, dan tidak hanya melihat Dia tetapi masuk kedalam hidup-Nya. Ini adalah panggilan saya sebagai pelayan Injil – untuk memberitahu orang bahwa penghalang telah dihilangkan dan ini waktunya untuk Masuk. Memberitakan kabar baik adalah sukacita yang besar!

Penulis adalah dari U.S.A., tetapi namanya tidak dapat disebutkan karena mengingat situasi dan kondisi negara dimana dia dan keluarganya melayani.
- catatan redaksi