Hidup Oleh Nilai-nilai Kekristenan

Oleh: Steve McVey
Dari: March-April 2012
Ditemukan dalam: Injil Kasih Karunia
Mempertahankan nilai-nilai Kekristenan kelihatannya merupakan hal yang mulia pada permukaannya. Tetapi marilah kita melihat lebih dekat pada apa yang diajarkan Alkitab.

Pada masa sekarang ini sering sekali terjadi diskusi dan perdebatan tentang “nilai-nilai Kekristenan.” Istilah tersebut digunakan untuk menjelaskan tentang prinsip-prinsip rohani/moral yang digunakan orang percaya untuk membangun kehidupan mereka. Mempertahankan nilai-nilai Kekristenan kelihatannya merupakan hal yang mulia pada permukaannya. Akan tetapi Alkitab tidak pernah mengajarkan bahwa kehidupan kita harus dibangun disekitar sistem nilai tertentu.

Hidup kita ADALAH Kristus!


Paulus tidak pernah berkata, “Bagiku hidup adalah untuk hidup seperti Kristus.” Akan tetapi banyak orang Kristen akan menyarankan bahwa menirukan kehidupan Kristus merupakan tujuan yang berharga. Paulus memang berkata, “Bagiku hidup adalah Kristus.” Gaya hidupnya bukanlah sebuah tiruan dari kehidupan Yesus. Kekristenan bukanlah sebuah tiruan dari kehidupan Kristus. Kekristenan adalah ekspresi dari kehidupan-Nya. Saat seseorang berfokus pada menirukan Kristus, dia akan terobsesi dengan melakukan yang benar dan menghindari yang salah.

Saat seseorang berfokus pada menirukan Kristus, dia akan terobsesi dengan melakukan yang benar dan menghindari yang salah.

Jelas sekali, seorang Kristen haruslah melakukan yang benar dan menghindari yang salah tetapi banyak orang di gereja modern sepertinya meletakkan memutarbalikkan urutannya. Alkitab tidak pernah menyarankan agar kita bertindak dengan cara tertentu agar menjadi orang benar. Segala usaha untuk mencapai kebenaran melalui perilaku kita hanya akan menuju kepada kebenaran pribadi.

Saat seseorang menerima Kristus, ia diberi sifat alami dari Yesus itu sendiri. Petrus mengatakan bahwa kita telah “mengambil bagian dalam kodrat ilahi” (2 Petrus 1:4). Seorang Kristen tidak perlahan-lahan semakin menjadi orang benar – ia telah diberi anugerah kebenaran dalam pribadi Kristus! 2 Korintus 5:21 mengatakan, “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” Anda mungkin dapat bertindak lebih benar dari yang Anda lakukan saat ini tetapi Anda tidak akan pernah dijadikan lebih benar lagi dari yang sudah Anda miliki saat ini. Setiap orang Kristen memiliki sifat alami Kristus. Bagaimana mungkin kita menjadi lebih kudus dari itu? Saat fokus kita hanya pada perilaku, kita sedang hidup dalam jenis kehidupan “Kekristenan” yang legalistik dan berdasarkan pada kemampuan diri sendiri. Maksud Tuhan adalah agar fokus kita selalu ada pada Yesus. Tinggal di dalam Dia akan membuat kita hidup dalam kemenangan.

Jangan terjebak dengan kehidupan yang berdasarkan nilai-nilai. Hiduplah oleh hidup-Nya.

Gaya hidup kita tidaklah dibangun atas nilai-nilai – Kekristenan atau yang lainnya. Kehidupan kita adalah Kristus! Saat kita tinggal di dalam Dia, kebenaran-Nya dinyatakan melalui sikap hidup kita. Bila terlepas dari Dia, perbuatan “baik” kita hanyalah sekedar kegiatan agama yang kosong. Yesus berkata, “Diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Kita dapat berkhotbah, berdoa, mengajar, bersaksi, memberi dan melakukan ratusan hal lainnya, sekalipun semua hal itu ditambahkan tetap saja tidak ada harganya di mata Allah bila kita tidak tinggal di dalam Kristus.  Jangan terjebak dengan kehidupan yang berdasarkan nilai-nilai. Hiduplah oleh hidup-Nya. Peniru Kristus adalah agama kosong. Menjadi ekspresi dari Kristus adalah Kekristenan yang sejati. Sebuah tiruan tidak akan sebaik yang aslinya. Jangan puas hanya menjadi tiruan murahan. Tinggallah di dalam Dia!

Oleh: Steve McVey

Dr. Steve McVey is a dynamic author and speaker who inspires Christians to develop a deeper, more intimate relationship with God.

Selanjutnya tentang Steve McVey | Artikel oleh Steve McVey