Perubahan Sejati

Oleh: David R. Huskins
Dari: September - October 2011
Ditemukan dalam: Injil Kasih Karunia
Bagian 1 dari serial tentang bagaimana mengalami perubahan yang sejati.

Pada saat Anda percaya dan berkata ‘Ya’ pada Yesus, sesuatu telah terjadi. Anda telah berubah! Pada bagian luar Anda mungkin masih terlihat persis sama, tetapi ada yang berubah dengan drastis dalam manusia rohani Anda. Pada saat itu manusia roh Anda berpindah dari maut kedalam kehidupan, dari kegelapan kedalam terang dan Anda meninggalkan keadaan yang terhilang kemudian menjadi anak dari Allah yang hidup! Transformasi ini sangat radikal dan Yesus menyebutnya sebagai ‘kelahiran baru.’ (Yohanes 3:3) Secara literal, dalam sekejap mata, manusia lama Anda mati dan Anda yang baru hidup dalam Kristus Yesus.

Transformasi kelahiran baru adalah sesuatu yang dapat disetujui oleh sebagian besar orang Kristen, bahkan di kalangan yang paling agamawi sekalipun. Kita semua bersorak, “Haleluya, satu lagi orang berdosa diselamatkan oleh kasih karunia,” tetapi setelah mengalami perubahan tersebut, banyak sekali orang yang dengan cepat mengabaikan kasih karunia yang menuntun mereka pada keselamatan. Bukannya berjalan dalam kasih karunia dan bertumbuh dalam kasih karunia, secara otomatis mereka kembali pada apa yang selalu mereka ketahui sebelumnya – perbuatan daging. Tetapi, kesalahan siapakah yang membuat orang-orang Kristen baru tersebut meninggalkan kasih karunia Allah? Dapatkah bayi yang baru lahir dalam Kristus itu dibebani semua tanggung jawab untuk dapat berjalan dalam pengalaman baru tersebut seorang diri? Saya pikir masalahnya bukan terletak pada orang yang baru percaya tetapi lebih pada orang-orang yang mendoktrinasi mereka dengan pemikiran yang agamawi, berdasarkan hukum taurat dan menurut tradisi.

Coba pikirkan tentang bayi secara alami. Apa yang akan terjadi bila dua minggu setelah ia dilahirkan, orangtuanya mengatakan, “Oke, kamu sudah dilahirkan di dunia ini, tugas kami sudah selesai. Kamu belajarlah sendiri untuk menjalani kehidupan ini sebaik-baiknya!”? Saya beritahu apa yang akan terjadi. Orang tua semacam itu akan berakhir di penjara dalam waktu yang sangat lama! Akan tetapi sering kali para bayi rohani dibiarkan untuk mencari sendiri bagaimana caranya berjalan dengan Allah. Atau, yang lebih parah lagi, seseorang yang masih terikat dengan Hukum Taurat mulai memberikan polusi pada pikiran mereka dengan apa yang mereka pikir merupakan cara hidup dalam Perjanjian Baru. Dengan segera, apa yang dimulai dengan “Oh saudaraku, hanya percaya saja”, berubah menjadi “Sekarang, saudaraku, inilah yang harus kamu lakukan…”

Dengan segera, apa yang dimulai dengan “Oh saudaraku, hanya percaya saja”, berubah menjadi “Sekarang, saudaraku, inilah yang harus kamu lakukan…”

Tetapi, mempercayai dan melakukan hampir selalu saling kontradiksi!

Apakah ada yang pernah berpikir mengapa begitu banyak orang Kristen – sekalipun mereka sudah diselamatkan selama bertahun-tahun – tetap menjadi bayi rohani? Mereka harus tetap minum susu formula yang telah diproses, harus tetap disuapi setiap kali makan, dan bahkan beberapa dari antara mereka tidak dapat berjalan sendiri. Coba bayangkan seorang anak kecil kelas lima SD, tetapi setiap hari masih selalu membawa botol susu formula ke sekolah. Anda mungkin akan berkata, “Orangtua anak itu harusnya dipukul,” dan itu memang benar. Tetapi, di dalam Gereja, kita hanya membiarkan orang merangkak kesana kemari dalam popok rohani mereka selama bertahun tahun tanpa menuntut pertanggungjawaban dari guru rohaninya.

Saya percaya bahwa ini adalah saat untuk memperkatanan tentang apa yang dikatakan oleh Alkitab dan memutuskan belenggu agamawi, agar orang Kristen dapat dibebaskan. Saya tidak dapat menemukan tempat lain yang paling baik untuk memulai kecuali dengan melihat pada bagaimana Firman Allah berkata tentang perubahan – perubahan yang sejati, autentik, berdampak panjang – yang terjadi dalam kehidupan seorang Percaya.

KEMBALI KE AWAL

Coba lihat kembali hari dimana Anda dilahirkan kembali. Apakah Anda harus mengusahakan sesuatu? Tidak. Anda datang kepada Yesus sebagai seorang yang kacau balau, dan dengan seketika Anda berubah. Anda hanya perlu melakukan sesuatu: percaya. Seorang pemabuk dapat datang kepada Yesus pada saat ia mabuk berat bahkan sampai tidak dapat mengeja namanya sendiri, dan dengan seketika ia berubah sampai selamanya. Sering kali, mereka bahkan tidak dapat mengatakan pada Anda tentang apa yang telah terjadi, tetapi satu hal yang mereka ketahui: Allah, melalui kasih karunia-Nya, telah menjangkau mereka dan mengubahkan seluruh hidup mereka. Tidak hanya bagi para pemabuk saja tetapi bagi semua orang Percaya, proses keselamatan itu terjadi seketika…tetapi apa yang proses yang terjadi setelah pengalaman kelahiran baru merupakan hal yang membuat banyak orang bergumul.

Sepanjang hidup saya telah menyaksikan banyak orang kristen yang memiliki hati yang baik, mengasihi Allah mengalami pergumulan dengan berbagai permasalahan pribadi sampai mereka kembali ke sorga. Sering kali mereka bukanlah orang-orang yang jahat ataupun yang murtad, namun sebaliknya. Mereka sangat mengasihi Allah dan berkomitmen untuk mengikut Dia sepanjang hidup mereka akan tetapi mereka terus menerus bergumul untuk hal-hal yang sama. Jujur, saya tidak pernah dapat benar-benar memahami mengapa orang-orang yang baik tersebut dapat selalu tersiksa…dan dikalahkan…oleh satu atau dua hal yang sama dan tidak pernah mengalami perubahan dan kemenangan yang sejati. Namun pada suatu hari, saat saya mempelajari tentang kasih karunia Allah, jawaban itu menghantam saya.

Ternyata tidak terlalu sulit untuk dilihat!

Jika Anda bertanya pada orang-orang tersebut tentang suatu area pencobaan atau kelemahan tertentu dari daging mereka, biasanya mereka akan mengatakan, “Oh, tetap dukung saya dalam doa saudaraku. Saya masih berusaha untuk mengalahkannya!” Hal ini mungkin merupakan hal yang “benar” dan rohani untuk dikatakan, tetapi realitanya, hal itu menunjukkan dasar dari permasalahan mereka. Alasan mengapa mereka tetap memiliki pergumulan yang sama (dan selalu kalah dalam hal yang sama!) adalah karena mereka mengusahakannya! Semuanya tentang mereka – apa yang mereka lakukan dalam kekuatan dan kemampuan mereka sendiri untuk menyelesaikan hal-hal tersebut. Hal itu memang kedengarannya baik, tetapi disanalah terletak kesalahan dari pola pikir tersebut: Pada hari pertama mereka tidak mengusahakannya, mereka langsung masuk kembali kedalamnya!

Alasan mengapa mereka tetap memiliki pergumulan yang sama (dan selalu kalah dalam hal yang sama!) adalah karena mereka mengusahakannya!

Mungkin Anda pernah mengatakan hal yang sama dengan itu. Anda mungkin adalah salah satu dari “orang-orang kudus” yang menggunakan ayat Alkitab untuk mendukung peperangan pribadi Anda dengan mengatakan, “Aku mengusahakan keselamatanku seperti yang dikatakan Alkitab.” Memang benar, Anda memang melakukan sesuatu, tetapi dalam realitanya, kelemahan dan godaan tersebut mungkin lebih bekerja atas Anda dibandingkan Anda bekerja atasnya! Satu hari Anda mendapatkan kemenangan, hari berikutnya Anda mulai melakukan apa yang telah Anda janjikan pada Allah untuk tidak melakukannya lagi. Saya pastikan satu hal bagi Anda: Lingkaran kefrustrasian ini tidak akan berakhir sampai satu hal terjadi…

…Anda mengalami perubahan yang sejati!

KANTONG CAMPURAN

Setiap orang Kristen yang saya kenal pada umumnya hidup, dalam suatu saat, dalam apa yang saya sebut Kekristenan “kantong campuran”. Tampaknya mereka secara konstan teromabang-ambing antara berkat dan kutuk. Satu hari mereka mendapatkan terobosan, hari berikutnya seperti neraka di bumi! Mengalami kemenangan dalam satu minggu, dan “doakan saya, iblis menghantui saya” di minggu berikutnya. Nah, jangan salah mengerti, selama Anda dan saya masih bernapas pasti akan selalu ada godaan dan pergumulan. Tetapi saat kita memahami dan merangkul kasih karunia Allah, kita mulai hidup – seperti yang dikatakan Alkitab – dari “iman kepada iman” dan dari kasih karunia kepada kasih karunia! (Roma 1:17)

Jadi apa yang dapat membawa perubahan sejati yang kita semua inginkan dalam kehidupan kita? Saya akan mulai dengan memberikan perubahan sikap mental. Inilah dia:

Perubahan sejati yang tidak membutuhkan usaha!

Saya bahkan dapat melihat Anda menggaruk kepala dan berpikir, “Apa? Saya bisa benar-benar berubah tanpa melakukan apa-apa?” Jawabannya adalah “Ya, Anda bisa!” Saya tahu karena selama bertahun-tahun saya berusaha untuk melakukan segala sesuatu dengan benar (ingat, saya dulu berpikir bahwa Allah sedang meletakkan jari-Nya di tombol “hajar semua!”), dan semua hal itu malah menghasilkan hidup yang frustrasi, penuh penghukuman dan selalu melanggar janji kepada Allah. Tidak peduli berapa kali saya berkata, “Allah, aku tidak akan pernah melakukan hal itu lagi,” akhirnya saya tetap melakukan “hal itu” lagi. Tentu saja, saya selalu saja bisa membenarkan kelemahan saya dengan mengutip perkataan Yesus: “Roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (Matius 26:41) Apa yang saya lupa sadari adalah bahwa Yesus menyampaikan kata-kata tersebut berkaitan tentang – kekuatan untuk berdoa, bukan mengenai kelemahan daging-Nya!

Keinginan untuk berdoa sama sekali bukan menjadi masalah saya. Saya dapat berdoa sepanjang hari, setiap hari, tetapi tetap menjalani kehidupan dalam “kantong campuran” Kekristenan. Bahkan kenyataannya, saya berpikir bahwa semakin banyak berdoa akan memberikan kekuatan untuk mengalahkan daging. Karena itu, saya meningkatkan jam doa saya. Coba tebak! Hal itu tidak dapat menolong saya merubah satu pun. Kemudian saya berpikir, kalau semakin banyak berdoa tidak dapat menolong saya untuk mengalahkan permasalahan yang menghantui tersebut, maka pasti kuncinya adalah berpuasa. Jadi, saya berpuasa. Tebak apa yang terjadi! Berat badan saya turun (bukan hal yang buruk!), tetapi saya menjadi sering marah terhadap orang-orang disekitar saya, dan saya terus menerus dihantui dengan betapa laparnya saya!

Tetap tidak ada perubahan.

Setelah mengalami frustrasi dan menyalahkan diri sendiri selama bertahun-tahun tanpa ada hasil yang dapat bertahan lama, saya menyadari bahwa harusnya ada jalan lain. Saya juga mengetahui bahwa tidak terhitung jumlahnya orang Kristen yang juga mengalami hal yang sama, memiliki pola pikir yang dikendalikan setan. Dan mereka, sama seperti saya, sangat ingin untuk dibebaskan. Jadi, saya memulai perjalanan saya untuk menemukan jawaban yang sejati, kebenaran sejati, dan perubahan yang sejati. Perjalanan ini sebenarnya ada dua: mengeluarkan diri saya dari indoktrinasi agamawi yang salah, yang telah mencengkeram pikiran saya dan menemukan apa sebenarnya yang dikatakan Firman Allah tentang perubahan yang sejati.

Apa yang saya temukan merubah hidup saya sepenuhnya!

LANGKAH-LANGKAH MENUJU PERUBAHAN SEJATI

Alih-alih menemukan banyak ayat yang berhubungan dengan “perubahan,” saya malah menemukan semakin banyak kebenaran dalam Alkitab tentang apa yang menyebabkan perubahan seumur hidup: Kasih karunia Allah yang luar biasa! Semakin saya pelajari, semakin jelas pesan luar biasa tentang kasih karunia ini mulai hidup di dalam hati saya. Bahkan sampai hari ini, hal itu tetap bertumbuh, berkembang dan menjadi pesan yang memerdekakan saya juga banyak orang lainnya – merdeka untuk benar-benar menjadi dan menghidupi panggilan Allah bagi kita.

saya malah menemukan semakin banyak kebenaran dalam Alkitab tentang apa yang menyebabkan perubahan seumur hidup: Kasih karunia Allah yang luar biasa!

Jadi, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda siap meniggalkan “kantong campuran” tua dari kehidupan Kekristenan yang berisi frustrasi dan rasa bersalah? Jika iya, berikut ini ada beberapa langkah yang saya percaya akan dapat menolong Anda meninggalkan cara yang lama, mengalami perubahan hidup, dan semakin jatuh cinta dengan kasih karunia Allah. Hal-hal berikut ini lebih dari sekedar teori dan konsep yang baik. Saya tahu hal-hal ini berhasil! Bukalah hatimu dan bersiaplah….

...Bersiaplah untuk mengalami perubahan yang sejati!

Bagian 2 dari artikel ini akan dilanjutkan pada newsletter berikutnya. Artikel ini diambil dari buku barunya “Grace Shift”

 

Oleh: David R. Huskins

Archbishop David Huskins serves as the presiding bishop of the International Communion of Charismatic Churches, representing over 4 million people, and also is the founder and senior pastor of Cedar Lake Christian Center in Cedartown, Georgia. Along with frequent television appearances, Bishop Huskins also hosts a weekly radio program, A Call to Covenant, and is the author of The Power of the Covenant Heart, The Purpose of the Covenant Heart and Grace Shift.

Selanjutnya tentang David R. Huskins | Artikel oleh David R. Huskins