PERUBAHAN SEJATI - Bagian 2

Oleh: David R. Huskins
Dari: November - December 2011
Ditemukan dalam: Injil Kasih Karunia
Bagian kedua dari seri tentang bagaimana mengalami “Perubahan Sejati.”

RUBAH SISTEM KEPERCAYAAN ANDA

Untuk memulai perubahan yang sejati dan berdampak panjang, hal pertama dan utama adalah merevolusi sistem kepercayaan Anda. Artinya adalah bahwa Anda merubah bagaimana Anda percaya, atau bagaimana Anda telah diajarkan untuk percaya, dan mulai menyelaraskan pikiran-pikiran Anda dengan Firman Allah. Sebelum Anda mulai berpikir, “Oh, hal itu mudah,” mari saya sampaikan kenyataannya.

Merubah sistem kepercayaan Anda membutuhkan usaha - dan usaha yang keras! Tergantung sampai sejauh mana Anda telah diajar dengan cara yang salah, itulah yang akan menentukan seberapa banyak penyelarasan itu dibutuhkan. Kabar baiknya adalah hal itu dapat dilakukan, dan saat Anda mulai melihat bagaimana sebenarnya Allah memandang Anda, hal itu akan membebaskan Anda untuk menjadi pengikut Yesus seperti yang telah Ia tetapkan!

Salah satu hal yang paling penting untuk mendapatkan perubahan dalam sistem kepercayaan Anda adalah dengan cara merubah apa yang Anda dengar.

Salah satu hal yang paling penting untuk mendapatkan perubahan dalam sistem kepercayaan Anda adalah dengan cara merubah apa yang Anda dengar. Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran, dan pendengaran, dan pendengaran. (Roma 10:17) Bukan iman saja yang timbul dari pendengaran. Keraguan, dakwaan, ketidakpercayaan dan pemikiran agamawi semuanya timbul dengan cara yang sama: melalui pendengaran! Sangat sederhani. Jika Anda terus menerus dikelilingi oleh orang-orang yang selalu mengingatkan betapa “buruknya” Anda dulu (atau mungkin masih seperti itu), maka Anda perlu merubah lingkungan Anda. Beradalah disekitar orang-orang yang akan memberitahu Anda apa yang sebenarnya dikatakan Allah tentang Anda: orang benar, kudus, dan telah ditebus! Itu adalah langkah pertama untuk merubah cara Anda percaya.

Beberapa tahun lalu saya mulai memasukkan sebuah pernyataan tepat ditengah-tengah khotbah saya yang saya tahu pasti akan menarik perhatian orang. Saya menggunakannya untuk membuktikan poin yang dahsyat; tetapi jujur, saya pikir sama menyenangkannya saat melihat reaksi orang-orang. Setelah memberikan referensi kitab suci kepada mereka, saya berkata, “Sekarang, saya mau semua orang yang kudus di ruangan ini membaca ayat ini dengan keras bersama-sama dengan saya.” Kemudian, saya berdiri saja disana dan memperhatikan! Berbagai respon yang terlihat sungguh tak ternilai. Mulai dari “Apa yang baru saja dia katakan?” sampai “Kudus? Pastinya dia tidak bicara tentang saya!”
(Kadang saya pikir saya akan mendapatkan respon yang jauh lebih baik bila saya mengumpat di tengah khotbah saya!) Saat orang terbengong-bengong, saya melanjutkannya dengan berkata, “Hei, jika kalian adalah orang percaya, kalianlah yang saya maksudkan!” Nah, kalau saya mengatakan, “Saya mau semua orang yang dulunya adalah seorang berdosa membuka Alkitab dan membacanya bersama dengan saya,” dengan segera setiap orang di tempat itu akan mengatakan, “Amen. Itulah saya!” Apakah Anda lihat apa yang terlewatkan? Mengapakah sangat mudah untuk menghubungkan dengan seperti apa kita dulu, tetapi sangat sulit untuk mengidentifikasi siapakah kita sekarang ini oleh karena kasih karunia Allah? Jawabannya sederhana: Kita perlu perubahan sistem kepercayaan! Kita perlu mulai mempercayai apa yang dikatakan Alkitab - bukan doktrin agamawi - tentang kita.
Ingat, Anda menjadi seperti apa yang Anda percayai. Karena itu, jika Anda ingin untuk hidup dan mengalami perubahan sejati, pertama kali Anda harus merubah bagaimana anda percaya untuk menyelaraskan pemikiran Anda dengan apa yang dikatakan Allah tentang diri Anda!

MELIHAT DIA SEBAGAIMANA ADANYA

Pernahkah Anda mendengar orang berkata seperti, “Saya tidak dapat menunggu lagi untuk pergi ke sorga karena saat itu saya akan melihat Yesus sebagaimana adanya Dia sebenarnya!” Meskipun pernyataan tersebut ada benarnya - suatu hari nanti kita akan melihat Yesus dari muka ke muka - namun bila tidak memperhatikan apa yang dikatakan Kitab Suci akan membuat Anda melewatkan sesuatu yang benar-benar diinginkan Allah bagi Anda pada saat sekarang ini, di atas bumi.

Perhatikan apa yang dikatakan Alkitab:
”Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

Sangat mudah untuk melihat bagaimana Anda dapat membaca ayai ini dan hanya menghubungkannya dengan Allah menyatakan diriNya sendiri di sorga. Tetapi kuasa dari ayat ini tidak terletak disana. Anda perhatikan, Allah tidak menunggu Anda untuk masuk sorga untuk menyatakan kuasa dan sifat alamiNya pada Anda. Dia ingin untuk menyatakan diriNya kepada Anda pada saat ini...melalui FirmanNya! Anda tidak perlu menunggu sampai Kedatangan Kali Kedua untuk bisa mendapatkan pewahyuan tentang Dia; Anda dapat menemukan Dia pada hari ini, di dalam Kitab Suci. Hal ini sangat penting untuk dapat memahami hal yang satu ini, fakta yang sederhana:

Seperti apa DIa yang Anda lihat, Anda akan menjadi seperti Dia!

Mari kita kembali dan melihat bagaimana awal dari ayat tersebut. Dikatakan “Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah…” Kebanyakan orang Kristen melewatkan kata yang terpenting dari ayat ini - “sekarang”. Kapan? Sekarang! Kemudian, pertanyaannya adalah, “‘Sekarang’ itu kapan?” dan jawabannya adalah, “Saat ini”! Bukan di suatu hari yang indah nanti, suatu saat di masa depan, dalam hal yang baik dan layak untuk disebut anak-anak Allah. TIDAK. Perhatikan apa yang dikatakan Alkitab, “Sekarang, kita adalah anak-anak Allah.” Itu berarti pada detik Anda percaya, pada seketika itu juga, Anda memenuhi syarat bagi ayat tersebut. Tidak ada periode tunggu.
SEKARANG Anda adalah anak Allah!

bukannya belajar tentang sifat alami dan karakteristik Bapa Sorgawi mereka, kebanyakan orang Kristen menghabiskan sebagian besar dari waktu mereka pada hal-hal lain: memerangi kelemahan dan kegagalan mereka

Tebak apa yang dilakukan anak-anak? Dalam sebagian besar kasus, mereka berusaha keras untuk meniru orang tua mereka! Menurut Anda mengapa anak-anak laki-laki mengoleskan krim cukur ke kulit muka mereka yang masih halus dan anak-anak perempuan bergaya dengan sepatu hak tinggi yang kebesaran dan mewarnai wajah mereka dengan make-up? Itu karena sifat alami yang melekat pada anak-anak adalah menjadi seperti orang tua mereka. Saat mereka melakukan hal kecil saja untuk menjadi seperti ayah atau ibunya (sekalipun dalam usia yang masih sangat muda), hal itu membuat para orang tua menjadi bangga! Secara rohani hal itu juga sama. Alkitab megatakan agar kita menjadi “penurut-penurut/peniru Allah, seperti anak-anak yang kekasih.” (Efesus 5:1) Setiap anak Allah seharusnya meniru Bapa Sorgawi mereka. Akan tetapi, bukannya belajar tentang sifat alami dan karakteristik Bapa Sorgawi mereka, kebanyakan orang Kristen menghabiskan sebagian besar dari waktu mereka pada hal-hal lain: memerangi kelemahan dan kegagalan mereka.
Setiap orang tahu kelemahan dan area pergumulan daging mereka; mereka mengucapkan salam kepada Anda setiap pagi begitu Anda melihat cermin! Tetapi, pernahkah Anda berhenti sejenak untuk memikirkan mengapa area-area kelemahan dalam hidup Anda begitu umum dn mudah dilihat? Sederhana sekali. Mereka berulang-ulang selalu dinyatakan kepada Anda. Bahkan faktanya, beberapa orang Kristen diingatkan tentang semua hal itu pada setiap hari Minggu - di Gereja tepatnya - oleh seorang pengkhotbah yang ingin agar mereka semakin terikat pada kelemahan dan bukan merdeka dalam kasih karunia Allah.
Dan kemudian kita heran mengapa begitu banyak orang percaya tetap tinggal dalam kebiasaan rohani yang selalu berputar!
Inilah bagaimana perubahan sejati itu terjadi.

ANDA HARUS BERKATA “YA!”

Pada tahun 1980an sampai awal 1990an sebuah kampanye dilancarkan dan itu merupakan bagian dari pernyataan perang dari Amerika Serikat terhadap narkoba. Jutaan dolar telah dihabiskan untuk memastikan semua anak di Amerika mengetahui tiga kata terkenal ini: Just Say No (Katakan Tidak Saja). Tujuan aslinya adalah untuk mencegah anak-anak untuk menggunakan narkoba, tetapi setelah beberapa tahun, ruang lingkupnya diperlebar sehingga meliputi area kekerasan, seks pra-nikah dan berbagai macam masalah lain yang menggoda anak muda.

Slogan “Just Say No” merupakan frase yang mudah ditangkap dan menghasilkan beberapa hasil positif yang sebagian besar berdampak dalam waktu yang singkat; akan tetapi, hal itu kurang memiliki satu elemen yang menghasilkan perubahan dalam jangka waktu lama. Anda perhatikan, sebelum Anda dapat berkata,”Tidak” pada sesuatu, lebih dulu Anda harus berkata, “Ya” pada suatu hal yang lebih besar! Hanya mengatakan, “Tidak” pada godaan dan kelemahan daging Anda tidaklah cukup. Banyak orang berkata, “Tidak” akan tetapi berbalik lagi dan melakukan hal yang sama berulang-ulang. Lalu apa yang terjadi bila metode ini tidak berhasil? Hal itu akan semakin menghasilkan frustrasi bukannya kemenangan - semakin menghasilkan penghukuman dan bukan perubahan.
Pada saat rasa bersalah karena melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang sudah tidak mampu ditanggung lagi, beberapa orang Kristen malah menumpukkan rasa bersalah pada kepala mereka dengan bertanya, “Aku sudah melawan iblis seperti yang dikatakan Alkitab tetapi mengapa dia tidak pergi juga?” Mereka mencoba dan mencoba untuk berkata“Tidak” pada setiap serangan musuh, namun dengan hasil yang kecil. Jawaban bagi rasa frustrasi mereka ditemukan pada ayat yang sama. Coba perhatikan ayat ini secara keseluruhan:

“Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!”
Yakobus 4:7

Inilah bagian yang terlewatkan: melawan iblis (dengan kata lain hanya berkata tidak) hanyalah setengah bagian saja. Agar dapat menjalani hidup yang selalu menang atas daging, ada suatu hal lain yang harus terjadi lebih dulu. Anda harus tunduk pada Allah. Anda tidak dapat memiliki kuasa untuk berkata “Tidak” terhadap dosa tanpa lebih dulu berkata “Ya” pada satu-satunya kuasa yang dapat menjauhkan Anda dari dosa. Dengan kata lain, tanpa penundukan diri pada kebenaran, mustahil untuk melawan dosa. Mencoba untuk melawan iblis dan menaklukkan daging dalam kekuatan Anda sendiri tidak hanya membuat Anda tetap dalam lingkaran kekalahan yang kejam, tetapi juga akan membuat Anda gila! Tetapi, ada cara untuk melawan iblis dan melihat dia lari dari Anda: dengan sepenuhnya menundukkan hidup Anda pada kasih karunia Allah yang berkuasa.

Sebelum Anda dapat “hanya berkata tidak,” mulailah dengan berkata, “ya” pada hidup yang indah dalam kasih karunia

Jika tunduk pada Allah adalah kunci kemenangan atas iblis, lalu mengapa begitu banyak orang Kristen tetap bergumul dengan pencobaan dan dosa? Mengapa mereka tidak belajar untuk berkata, “Ya” lebih dulu pada Allah? Salah satu alasannya adalah umumnya lebih banyak waktu di atas mimbar digunakan untuk menekankan tentang kelemahan daging dan bukan pada kuasa kebenaran dan kasih karunia. Mereka mendengar segala hal yang “tidak dapat” mereka lakukan tetapi tidak pernah memiliki pemahaman tentang apa yang “dapat” mereka lakukan melalui penundukan diri pada Allah. Anda dapat melawan iblis dan menjalani kehidupan yang mengalahkan dosa. Kuasa untuk menjalani kehidupan dalam perubahan yang sejati berakar dalam kemampuan Anda untuk sepenuhnya bersandar pada kasih karuniaNya. SaatAnda melakukannya, berikut ini adalah sesuatu yang akan dengan segera Anda perhatikan:

Ketika Anda berserah pada kasih karunia Allah, maka masalah pertahanan terhadap dosa akan semakin berkurang.

Sebelum Anda “cukup katakan tidak,” mulailah berkata, “ya” pada hidup yang luar biasa oleh kasih karunia. Saat Anda lakukan itu, maka Anda diposisikan untuk tidak berjalan menurut daging Anda, tapi menurut kasih karunia!

TETAPLAH BERTUMBUH DALAM KASIH KARUNIA

Seringkali Anda melihat saya mereferensikan hidup oleh kasih karunia ini sebagai suatu perjalanan. Memang seperti itulah adanya! Namun itu mungkin tidak terjadi dalam semalam saja. Tidak mengapa! Mulailah dari mana Anda berada dan ambil langkah berikutnya. Mulailah merubah sistem kepercayaan Anda. Mulailah melihat Allah sebagaimana adanya Dia sekarang! Serahkan seluruh hidup Anda pada Allah dan lihatlah iblis menyingkir! Anda telah memulai suatu proses yang dikenal sebagai bertumbuh dalam kasih karunia Allah. Bukan berarti kasih karunia Allah berubah – ia tetap sama sejak Yesus datang dan menggenapi seluruh Hukum Taurat – namun pewahyuan dan pengetahuan Anda tentang bagaimana menghidupi kasih karunia-Nya akan bertumbuh secara pasti. Sekali Anda mulai berjalan dalam kebenaran dan kasih karunia, hal berikut inilah yang pasti akan Anda sadari: semakin Anda bertemu dengan Allah, semakin berkurang rasa harus bertemu namun bertambah rasa ingin bertemu!
Banyak orang yang telah menjadi orang percaya dalam kurun waktu yang panjang bertanya pada saya, “David, mengapa Allah tidak memberiku sepatah kata seperti yang Ia lakukan sewaktu aku masih bayi Kristen?” Jawaban saya mengejutkan sebagian besar dari mereka. Saya katakan, “Saya tidak akan terganggu dengan hal itu karena itu adalah tanda kedewasaan.” Perhatikan, saat Anda masih muda dalam Tuhan, Anda membutuhkan setiap konfirmasi dari pihak luar dan perkembangan spiritual yang bisa Anda temukan. Namun semakin Anda bertumbuh dalam Tuhan, Anda akan temukan bahwa Anda tidak lagi butuh infus rohani. Sebelum akhirnya Anda akan berdiri dengan kaki Anda sendiri dan berjalan dengan iman!

Ini disebut kuasa kasih, dan kasih adalah agen pengubah terbesar yang disediakan bagi manusia.

Apakah ini berarti Anda tidak akan lagi berbuat kesalahan? Tentu tidak. Akankah Anda mendapat lebih banyak godaan terhadap daging Anda? Kebanyak itu pasti. Namun inilah bedanya. Semakin Anda bertumbuh, mengerti, dan berjalan dalam kasih karunia Allah, semakin Anda mengasihi-Nya, dan semakin Anda ingin menjalani hidup dengan menghormati-Nya tanpa rasa malu! Bukan karena Anda harus….namun karena Anda mau. Itu disebut kuasa kasih, dan kasih adalah agen pengubah terbesar yang disediakan bagi manusia.

Ketika putra saya berada pada masa pra-remaja mereka, sepertinya saya selalu memberitahu mereka untuk menyikat gigi, memakai deodoran, dan menyisir rambut mereka. Kadang-kadang saya akan mengancam mereka dalam satu inci kehidupan mereka, tetapi masih saja ada yang kurang dari hasil yang menguntungkan ... sampai! Sampai hari mereka benar-benar tertarik pada seorang gadis. Tiba-tiba, saya tidak harus meminta mereka untuk melakukan apa pun. Sebagai fakta, saya harus menendang mereka keluar dari kamar mandi karena mereka menghabiskan begitu banyak waktu berdandan. Dan begitu mereka berjalan keluar, Anda bisa mencium bau parfum murah sampai dua blok jauhnya. Apa bedanya? Ketika mereka harus, itu adalah tugas, tetapi ketika mereka ingin, mereka tidak pernah lagi harus diminta atau diancam.

Mereka melakukannya karena kasih.

semakin Anda mengenal Dia, semakin Anda mengasihi Dia

Ini merupakan prinsip yang sama dalam perjalanan Anda bersama Tuhan: semakin Anda mengenal Dia, semakin Anda mengasihi Dia. Semakin Anda dibentuk serupa gambaran-Nya dalam batin Anda, semakin Anda menjadi seperti Dia. Sepanjang perjalanan Anda dalam kasih karunia, orang mungkin tidak selalu melihat sisi luar Anda, namun itu tidak akan pernah bisa mengubah siapa Anda secara batiniah – benar, kudus, dan ditebus!

Teruslah berjalan.

Terus bertumbuh dalam kasih karunia Allah telah tercurah pada Anda dengan melimpah. Hidup dalam kasih karunia-Nya dan tidak tunduk pada Hukum Taurat. Berhentilah menghukum diri Anda setiap kali Anda tersandung, jatuh, atau membuat kesalahan. Biarkan Firman Allah mengubah sistem keyakinan Anda, sehingga Anda dapat melihat siapakah dan apakah Anda sesungguhnya di dalam Kristus. Berhenti berfokus pada apa yang diperlukan untuk “melayakkan” Anda pada kasih karunia Tuhan dan dapatkan pewahyuan tentang apa yang telah Yesus disediakan untuk Anda di salib! Saat Anda percaya, lalu mulailah berani menyatakan hal itu, kemudian lihat bagaimana wahyu ini membangun dalam hati Anda. Kemudian sebaiknya Anda berhati-hati ...

.....Nyata, abadi, perubahan seumur hidup datang dalam hidup Anda!

Oleh: David R. Huskins

Archbishop David Huskins serves as the presiding bishop of the International Communion of Charismatic Churches, representing over 4 million people, and also is the founder and senior pastor of Cedar Lake Christian Center in Cedartown, Georgia. Along with frequent television appearances, Bishop Huskins also hosts a weekly radio program, A Call to Covenant, and is the author of The Power of the Covenant Heart, The Purpose of the Covenant Heart and Grace Shift.

Selanjutnya tentang David R. Huskins | Artikel oleh David R. Huskins