Berkuasa dalam Hidup: Bagian 1

Oleh: Mike Walker
Dari: July-August 2010
Ditemukan dalam: Injil Kasih Karunia
Alkitab mengatakan kepada kita bahwa kita akan memerintah dalam hidup seperti raja-raja. Kita akan berkuasa atas dosa, penyakit, kemiskinan, kekalahan, depresi serta atas iblis beserta seluruh rencananya. Lalu apa rahasianya agar bisa berkuasa dalam hidup?


2 Petrus 1:3 Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.
Kita ditentukan untuk berkuasa dalam hidup. Kita dipanggil oleh Allah untuk menjadi sukses, menikmati kecukupan – bahwa kita diberkati untuk menjadi berkat, menikmati kesehatan dan menikmati hidup dalam kemenangan. Kita dapat lihat dalam ayat tersebut bahwa segala sesuatu telah diberikan kepada kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib – melalui pengenalan akan Dia! Bukanlah kehendak-Nya supaya kita hidup dalam kekalahan, kemiskinan dan kegagalan.

Dia telah memanggil kita untuk menjadi kepala dan bukan ekor! Jika Anda adalah seorang pengusaha, Allah ingin agar Anda memiliki usaha yang berhasil. Jika Anda ibu rumah tangga, Anda diurapi untuk mendidik anak-anak yang luar biasa di dalam Tuhan. Jika Anda adalah seorang pelajar, Allah ingin agar Anda lulus semua mata pelajaran. Jika Anda mempercayakan karir baru kepada Allah, Dia tidak sekedar ingin agar Anda memiliki pekerjaan. Dia ingin agar Anda memiliki posisi yang berpengaruh sehingga Anda dapat menjadi berkat dan aset bagi organisasi Anda!

Kuasa untuk memerintah sepenuhnya berdasarkan pada Yesus sendiri

Kita ditentukan untuk berkuasa dalam hidup karena Yesus adalah Tuhan dalam hidup kita! Saat kita berkuasa dalam hidup, kita berkuasa atas dosa, berkuasa atas kuasa kegelapan, berkuasa atas depresi, berkuasa atas kemiskinan dan atas segala kutuk, berkuasa atas segala sakit penyakit, berkuasa atas iblis dan segala rencananya. Saat Yesus dan para murid diserang badai ditengah laut, Yesus berkuasa dalam hidup!

Kuasa untuk Memerintah

Kuasa untuk memerintah tidak tergantung pada latar belakang Anda. Tidak juga tergantung pada pendidikan kita, pada penampilan kita, pada seberapa banyak tabungan kita di bank. Kuasa untuk memerintah sepenuhnya berdasar pada Yesus sendiri! Deklarasi ini, bahwa kita akan berkuasa dalam hidup, berdasarkan pada janji yang telah dicatat dalam Firman Tuhan.

Roma 5:17 Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.

Berkuasa: Yunani basileuo- 1) menjadi raja, mempergunakan kuasa raja, memerintah a) digunakan oleh gubernur suatu propinsi b) digunakan dalam pemerintahan Messias 2) secara metafora, mempergunakan pengaruh tertinggi, untuk menguasai.

Banyak orang berpikir agar Tuhan mau memberkati mereka, mereka harus layak untuk menerima berkat itu

Rahasia untuk dapat berkuasa dalam hidup terletak dalam menerima segala sesuatu yang telah diraih Yesus bagi kita di atas kayu salib!

Jika kita hidup dalam kekalahan, dikalahkan oleh dosa, rasa bersalah dan penghukuman, oleh serangan kepanikan atau oleh kekurangan finansial, kita tidak hidup dalam kehidupan berkelimpahan yang diberikan Yesus oleh kedatangan-Nya. Berdasarkan otoritas Firman Allah, kita ditentukan untuk berkuasa dalam hidup sebagai seorang raja – memiliki kekuasaan raja atas segala tanntangan hidup yang datang kedalam kehidupan kita. Kita dipanggil untuk berada diatas semua hal tersebut. Kita memiliki hak yang diberikan Allah untuk berkuasa dalam hidup. Yesus juga berada ditengah badai di laut, tetapi Ia tidak dikalahkan oleh badai!

Roma 5:17 Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.

Karena dosa satu orang, Adam, di Taman Eden, maut mulai berkuasa. Kita menjadi orang berdosa bukan karena kita berbuat dosa, tetapi karena dosa Adam. Banyak orang percaya masih berpikir bahwa kita menjadi orang berdosa karena berbuat dosa, tetapi tidak demikian kata Firman Tuhan. Firman Tuhan mengatakan bahwa kita menjadi orang berdosa karena dosa Adam. Tetapi kita juga dijadikan orang benar dalam Perjanjian Baru bukan karena kita melakukan perbuatan benar tetapi karena ketaatan satu orang – yaitu Yesus diatas kayu salib.

Rahasia untuk dapat berkuasa dalam hidup terletak dalam menerima segala sesuatu yang telah diraih Yesus bagi kita di atas kayu salib! Kita dapat melihat sangat jelas dalam Firman Tuhan bahwa kita berkuasa di dalam hidup melalui Yesus Kristus hanya dengan menerima dua hal dari-Nya: kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran!

Cara dunia adalah menyuruh kita untuk bekerja lebih keras.

Banyak orang berpikir agar Tuhan mau memberkati mereka, mereka harus layak untuk menerima berkat itu, atau mereka harus berusaha untuk mendapatkan berkat itu sehingga dengan usaha mereka sendiri mereka dapat menerima anugerah Allah. Banyak orang berpikir bahwa berkat-berkat Allah berdasarkan pada prestasi dan perbuatan-perbuatan baik.

Sistem Dunia

Tetapi jalan Tuhan bukan tentang meraih, melainkan menerima! Dia berjanji bahwa saat kita menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, kita akan berkuasa dalam hidup. Tidak dikatakan saat kita meraih kasih karunia dan kebenaran kita sendiri maka kita akan berkuasa dalam hidup. Tetapi karena alasan tertentu beberapa orang Kristen masih melanjutkan hidup mereka berdasarkan sistem dunia tentang prestasi.

Kalau memang benar semudah itu, mengapa tidak banyak orang Kristen yang berkuasa dalam hidup? Sebagian besar orang percaya bahwa mereka harus bekerja keras untuk meraih keberhasilan dalam hidup. Mereka membangun hidupnya dalam usaha dan ketekunan. Saya percaya pada kerja keras; Saya juga percaya dalam kesetiaan dan kerajinan. Tetapi masalahnya datang saat kita mulai percaya bahwa apa yang kita lakukan, usaha kita tersebut yang membuat kita berhasil dalam hal-hal berkaitan dengan Allah mengenai hidup kita.

2 Korintus 1:19 Karena Yesus Kristus, Anak Allah, yang telah kami beritakan di tengah-tengah kamu, yaitu olehku dan oleh Silwanus dan Timotius, bukanlah “ya” dan “tidak”, tetapi sebaliknya di dalam Dia hanya ada “ya”. 20 Sebab Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah.
Kita digerakkan untuk melakukan, melakukan, melakukan – lupa bahwa kekristenan adalah tentang sudah selesai, sudah selesai, sudah selesai.

Dunia mengatakan kepada kita bahwa semakin banyak yang kita lakukan, semakin keras kita bekerja, semakin banyak waktu yang kita berikan, semakin besar sukses yang akan kita raih. Cara dunia adalah agar kita bekerja lebih keras, melupakan untuk pergi ke gereja secara teratur, menghabiskan sedikit waktu dengan keluarga dan menghabiskan lebih banyak waktu pada pekerjaan kita. Waktunya untuk membayar harga untuk bisa maju….tidak ada rasa sakit….tidak ada yang diperoleh!

Berhentilah mencoba mengerjakan apa yang sudah selesai

Yang dilakukan oleh beberapa orang percaya adalah mengambil sistem dunia dan mengaplikasikannya pada kehidupan kekristenan. Daripada bersandar pada kasih karunia Allah untuk mengalirnya anugerah dan berkat-berkat-Nya, mereka lebih bersandar pada usaha mereka sendiri mencoba menjadi layak untuk menerima anugerah Allah dan berkat-berkat-Nya. Tetapi cara Tuhan bukanlah agar kita diberkati karena usaha kita sendiri.

Sistem Tuhan

Kita tidak dapat mendapatkan berkat Tuhan karena prestasi kita. Berkat-berkat Tuhan sepenuhnya berdasarkan pada kasih karunia-Nya. Berkat-berkat-Nya atas hidup kita harus merupakan anugerah yang tidak dapat diusahakan dan sebenarnya tidak layak untuk diterima. Tidak ada yang bisa kita lakukan agar layak menerima berkat-Nya. Semua itu sepenuhnya berdasar pada menerima Yesus dan melalui karya-Nya yang telah selesai – kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran.

Allah ingin agar kita berhenti untuk mencoba meraihnya dan mulai menerima menerima anugerah, berkat-berkat dan kesembuhan yang telah diraih Yesus di atas kayu salib. Saat Dia tergantung di kayu salib, Yesus berseru dengan suara keras, “SUDAH SELESAI!” Segala sesuatu yang Anda dan saya butuhkan untuk berkuasa dalam hidup telah diraih pada hari itu. Itulah mengapa kita menyebut apa yang telah diraih Yesus di kayu salib sebagai karya yang telah diselesaikan Yesus. Dia telah menyelesaikannya – dosa, kesembuhan, pemenuhan kebutuhan, persahabatan, tuntunan, damai sejahtera dan kemenangan. Dia telah selesaikan pekerjaan itu! Dia meraih apa yang tidak dapat kita raih sendiri.

Berhentilah mencoba mengerjakan apa yang sudah selesai! Berhentilah “berusaha” untuk memenuhi syarat menerima berkat. Yesus telah memenuhi syarat itu bagi kita – mulailah menerima apa yang sudah dilakukan Yesus!
2 Petrus 1:3 Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.

Oleh: Mike Walker

Rev. Walker along with his wife Jane set out to establish and build a strong local church in Post Falls, ID. Thus came the pioneering of Faith Tabernacle Church. Since that step of faith 23 years ago, this journey has seen them into over twenty countries.

Selanjutnya tentang Mike Walker | Artikel oleh Mike Walker