Buang Rasa Bersalah Dan Hanya Beristirahat Di Dalam Dia

Oleh: Evan Beecham
Dari: August - September 2012
Ditemukan dalam: Injil Kasih Karunia
Saat saya dibangunkan oleh pewahyuan ini, saya menemukan Injil Kasih Karunia ini merupakan pesan yang paling memerdekakan yang pernah saya dengar!

Salam bagi Anda di dalam nama Tuhan kita. Kiranya kesuksesan dan kuasa perhentiannya yang tanpa kita usahakan dapat Anda alami dalam hdup, oleh kasih karunia-Nya.

Firman Allah memberikan harapan besar bagi masa depan kita. Situasi yang sedang dihadapi tidak mendefinisikan siapakah diri Anda yang sebenarnya: Allah telah mendefinisikan jati diri Anda yang sejati ada di dalam Kristus. Sebagai hasil dari karya salib yang telah selesai, Allah telah memperlengkapi Anda dengan berkat-berkat yang paling dahsyat yang dikenal oleh manusia, yang akan membuat Anda berkuasa dalam hidup.
Roma 1:17 (Terjemahan Mirror) “Disinilah terletak rahasia dari kuasa injil; tidak ada kabar baik sampai kebenaran Allah dinyatakan!” (Kabar baik adalah fakta bahwa salib Kristus telah sukses. Allah telah menyelamatkan hidup sesuai dengan rancangan hidup kita; Dia menebus ketidakbersalahan kita. Manusia tidak akan pernah lagi dinilai benar atau tidak benar oleh kemampuannya sendiri dalam mentaati hukum-hukum moral! Hal ini bukanlah tentang apa yang harus dilakukan manusia tetapi tentang segala sesuatu yang telah dilakukan Yesus. (Dari iman kepada iman.) Para nabi telah menuliskan sebelumnya fakta bahwa Allah percaya bahwa kebenaran mendefinisikan kehidupan yang selalu Dia miliki dalam pikiran-Nya bagi kita. “Kebenaran oleh iman-Nya (Allah) memberikan arti pada hidup.”

Berkat yang paling dahsyat yang diperkenalkan pada manusia adalah kebenaran-Nya. Terimalah kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, dan berkuasalah di dalam hidup (Roma 5:17). Kebenaran adalah anugerah. Anda tidak dapat menjadi orang benar melalui perbuatan Anda, atau usaha Anda sendiri, karena hal itu akan menjadi kebenaran karena usaha, atau kebenaran pribadi.

Saya sampai pada akhir diri saya

Baru-baru ini ada yang bertanya pada saya, apa yang saya maksudkan saat berkata bahwa saya telah sampai pada akhir diri saya. Sebelum saya menangkap pewahyuan tentang kasih karunia Allah, saya berusaha merencanakan kesuksesan, kemudian dengan usaha saya sendiri saya akan mencoba mempraktekkan rencana saya dan berusaha membuatnya berhasil. Saya mencoba untuk meraih kemurahan Allah melalui perbuatan-perbuatan saya – memberi, berdoa, beribadah di gereja (sekalipun semua hal ini merupakan hal-hal yang baik, akan tetapi tidak menjadi baik bila dilakukan karena rasa bersalah). Saya melakukan hal-hal yang saya pikir akan dapat mendapatkan perhatian Allah dan membuat Dia untuk melihat semua usaha saya sehinggia memberi (mengupahi) saya kemurahan.

Pertanyaan-pertanyaan dari usaha pribadi dimulai dengan: Bagian mana yang saya lewatkan, saya telah salah melakukan apa, Tuhan mengapa Engkau tidak memberkati saya, tidakkah Engkau melihat segala sesuatu yang sudah saya lakukan untuk-Mu?

Kapanpun saya gagal, saya merasa keluar dari persekutuan dengan Allah, sehingga saya harus berusaha keras untuk kembali pada posisi yang semula. Saya pikir dengan melakukan hal tersebut akan membawa berkat pada usaha dan pelayanan saya. Saya menghadiri konfrensi-konfrensi pemasaran dimana orang-orang hebat dalam pemasaran memberitahu para peserta bahwa kita perlu melakukan jauh lebih banyak lagi. Kita tidak pernah cukup dalam melakukan sesuatu; milikilah selalu pemikiran bahwa kita hampir gagal lagi. Banyak orang Kristen merasakan hal seperti ini. Mereka mungkin mengalami suatu tingkatan kesuksesan, tapi entah bagaimana mereka kembali lagi pada posisi awal, harus memulai lagi segalanya. Tidak ada peristirahatan dalam kebimbangan konstan ini.

Pertanyaan-pertanyaan dari usaha pribadi dimulai dengan: Bagian mana yang saya lewatkan, saya telah salah melakukan apa, Tuhan mengapa Engkau tidak memberkati saya, tidakkah Engkau melihat segala sesuatu yang sudah saya lakukan untuk-Mu? Saya dulu hidup dalam kehidupan yang terus-menerus dalam pergumulan. Setelah mengalami hal ini selama bertahun-tahun, suatu hari, sekitar enam tahun yang lalu, saya membaca Ibrani 4 tentang masuk dalam perhentian Allah. Saya menjadi terobsesi dengan tempat perhentian ini dan sangat ingin mendapatkannya. Saya juga menyadari bahwa saya tidak dapat terus menerus penuh pergumulan, jadi saya mulai petualangan pencarian saya. Anda bisa berkata bahwa ini adalah saat dimana saya sampai pada akhir dari diri saya sendiri. Saya menyadari bahwa diri sendiri yang menjadi masalahnya – diri saya sendiri – dan saat saya bertumbuh dalam pewahyuan akan kasih karunia, dengan jelas saya bisa melihat bahwa sebelumnya saya penuh dengan usaha pribadi.

Pesan yang paling memerdekakan

Saat saya dibangunkan oleh pewahyuan ini, saya menemukan Injil Kasih Karunia ini merupakan pesan yang paling memerdekakan yang pernah saya dengar! Yesus telah mengampuni saya dan membuat saya SELAMANYA tidak bersalah. Di atas salib Dia membuat saya memenuhi syarat. Dia telah menjadi saya sehingga saya dapat menjadi Dia. WOW! Saya mulai melihat siapakah sebelumnya saya sebenarnya di dalam Kristus. Semua itu adalah yang telah dilakukan Yesus, dan SEMUA yang harus saya lakukan hanyalah percaya dan menerima kasih karunia serta anugerah kebenaran-Nya. Saya tidak perlu mencoba lagi, dan pertama kali dalam hidup saya, saya dapat beristirahat dalam Kristus Yesus dan karya yang telah Dia lakukan buat saya! Saya terbangun dalam dunia yang berbeda – kesuksesan tanpa usaha menjadi milik saya karena Yesus telah membayar harganya. Kemurahan-Nya ada di atas saya, usaha dan pelayanan saya.

Saya terbangun dalam dunia yang berbeda – kesuksesan tanpa usaha menjadi milik saya karena Yesus telah membayar harganya. Kemurahan-Nya ada di atas saya, usaha dan pelayanan saya.

Apakah hal ini kedengarannya terlalu baik untuk dapat menjadi kenyataan? Memang, hal ini terlalu baik dan juga nyata, puji Tuhan! Allah sangat mengasihi Anda sehingga sekalipun cawan Anda sudah penuh, Dia terus saja menuanginya, sehingga cawan berkat Anda penuh melimpah. Dia amat sangat baik pada saya, dan kebaikan-Nya menghasilkan perubahan pikiran secara radikal dalam hidup saya (yang merupakan pertobatan yang sejati). Saya tersembunyi di dalam Kristus, di dalam Allah; ini merupakan tempat terindah. Saya dikasihi, diterima, benar dan tanpa salah. Dia mengkualifikasi saya untuk menerima hak warisan saya. Ya, Dia terlalu baik, dan saya menyukainya, dan yang perlu saya lakukan hanyalah berhenti berusaha, percaya padakarya yang telah dilakukan Yesus bagi saya, menerimanya dam masuk dalam perhentian-Nya bagi saya.

“Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus” (Roma 5:1). Damai sejahtera merupakan sebuah tempat dimana tidak ada halangan untuk menikmati persekutuan tanpa ada rasa bersalah, kecurigaan, celaan atau inferioritas. Perhentian-Nya merayakan tidak ada halangan untuk menikmati bagi manusia dan bagi Dia! Saya mulai untuk melihat bagaimana Allah benar-benar mengasihi saya.
Roma 5:8-9 (Terjemahan Mirror):
“Disini adalah ektrimitas dari kasih karunia Allah: umat manusia telah membusuk sampai pada akar-akarnya pada saat Kristus menjalani kematian mereka (kita). Jika Allah dapat mengasihi kita sebesar itu saat kita masih tidak beriman dan bersalah, betapa lebih lagi kita bebas untuk menyadari kasih-Nya saat ini karena kita telah dinyatakan tidak bersalah oleh darah-Nya?”

Berhentilah dari usaha Anda, berhentilah berjuang dan bekerja keras saat ini; beristirahatlah pada apa yang telah diselesaikan Yesus bagi Anda di atas Kalvari. Dia telah mempersiapkan kehidupan yang baik bagi Anda; Dia telah mempersiapkan pemenuhan kebutuhan dengan berlimpah bagi Anda, jadi masuklah dalam perhentian-Nya! Satu-satunya hal yang harus Anda lakukan adalah percaya.

Masuk dalam perhentian-Nya

Mempercayai apa yang telah Allah katakan mengenai Anda, sebagai suatu hasil dari karya salib yang telah selesai, akan mengubah hidup Anda selamanya. Seperti yang saya katakan sebelumnya, Allah telah mempersiapkan kehidupan yang baik bagi Anda. Efesus 2:4-10 dari Alkitab Amplified menjelaskan kasih Allah pada kita yang begitu kuat dan luar biasa, dan bahwa kita duduk bersama Kristus Yesus di surga. Dia melakukan hal ini sehingga Ia bisa mendemonstrasikan kasih karunia dan kebaikan-Nya yang tak terukur kepada kita dari abad ke abad. Pada ayat 10 Ia merangkumnya dengan berkata bahwa Ia ingin kita menghidupi kehidupan yang baik yang Ia rancangkan dan telah Ia persiapkan untuk kita jalani.

Hidup yang berkemenangan ini dimaksudkan untuk semua aspek kehidupan Anda, dalam pelayanan sebagaimana juga dalam pekerjaan Anda.

Kehidupan yang baik itu, penuh dengan kelimpahan-Nya, tersedia bagi kita karena karya yang telah diselesaikan di salib, dan untuk masuk dalam kehidupan baik ini, kita hanya cukup masuk dalam perhentian-Nya.

Apa yang Anda hadapi hari ini? Masuklah dalam perhentian-Nya; jangan sampai terlewatkan karena ketidakpercayaan. Allah menyiapkan sebuah peristirahatan bagi kita, sebuah peristirahatan sebagaimana yang Anda pelajari dan percayai tentang siapa Anda dalam Kristus; bangunlah pikiran Anda dalam realita penebusan, ini akan membuat Anda menikmati kelimpahan kemurahan Allah sedalam-dalamnya.

Hidup yang berkemenangan dalam setiap aspek kehidupan

Hidup yang berkemenangan ini dimaksudkan bagi seluruh area kehidupan Anda, pelayanan dan juga pekerjaan Anda. Banyak orang Kristen memisahkan pekerjaan dan karir dari kehidupan pribadinya. Mereka menyebut pekerjaannya (bila tidak dalam sebuah pelayanan) sebagai suatu hal yang sekuler, sehinga mereka mengecualikannya dari berkat apapun karena kita telah diajarkan sesuatu yang salah yaitu bahwa Allah hanya memberkati “sesuatu yang Anda lakukan bagi Dia.” Kata sekuler memiliki akar kata yang berarti “sementara” – bertolak belakang dengan kekekalan gereja – dan berarti tidak terhubung dengan suatu agama.” Anda tidak berhubungan dengan suatu agama, Anda berhubungan dengan Yesus yang mengasihi Anda dengan intensitas tinggi serta mempedulikan segala sesuatu yang Anda lakukan. Dia meluangkan waktu untuk menghitung jumlah rambut di kepala Anda. Mengapa Dia melakukannya? Karena Dia mengasihi Anda, itulah alasannya!

Saat orang Kristen mencoba untuk hidup oleh hukum Taurat, mereka mencoba untuk (melalui usaha mereka sendiri) menjadi diri mereka sendiri.

Yesus datang untuk menebus kita dan memperkenalkan kembali kita pada diri kita sendiri. Dia menebus ketidakbersalahan kita dan menjadikan kita sebagai orang benar. Dalam Ibrani 4, kita melihat bahwa Israel tidak masuk ke dalam tempat perhentian-Nya karena mereka mempercayai dusta tentang diri mereka sendiri. Di ayat 11 kita diperingatkan agar tidak jatuh seperti contoh ketidakpercayaan yang sama.

Saat orang Kristen mencoba untuk hidup oleh hukum Taurat, mereka mencoba untuk (melalui usaha mereka sendiri) menjadi diri mereka sendiri. Mereka mencoba untuk menjadi orang benar dan kudus dimana sebenarnya mereka telah dijadikan orang benar dan kudus di dalam Kristus. Mereka terus menerus berusaha untuk mengakui pengampunan agar mereka dapat diampuni. Anda telah diampuni dan tidak bersalah karena Yesus telah menanggung hukuman Anda sekali untuk selamanya di atas kayu salib. Jadi jangan mencoba menjadi seseorang yang sebenarnya Allah telah menjadikan Anda sedemikian. Anda hanya akan menyia-nyiakan kasih karunia Allah dalam hidup Anda.

Anda tidak dapat melakukan sesuatu yang spesial agar layak mendapatkan perhentian-Nya; Yesus sudah membayar untuk hal itu. Dalam Bilangan 33:11, kita melihat bagaimana laporan sepuluh pengintai menghasilkan ketidakpercayaan dan hal itu menghentikan mereka untuk dapat masuk ke dalam perhentian (Tanah Perjanjian). Mereka percaya bahwa mereka bukan apa-apa, tidak berarti, dan musuh mereka terlalu besar untuk dapat dikalahkan. Mereka tidak mempercayai apa yang telah dikatakan Allah pada mereka.

Hidup bebas rasa bersalah

Kita telah ditebus melalui Yesus; Dia adalah pendamaian (korban yang memuaskan) yang telah menebus ketidakbersalahan kita. Rancangan Allah tentang penebusan itu sempurna dan lengkap. Apakah Anda percaya hal itu? Jika Anda percaya, maka Anda tidak memiliki permasalahan untuk percaya bahwa melalui Kristus, Anda telah dijadikan orang benar, tidak bersalah,  sepenuhnya merdeka, selamanya diampuni, kudus dan Anda sangat dikasihi oleh Bapa Anda, dan Dia tidak akan pernah murka lagi terhadap Anda (Yesaya 54:9). Anda juga dapat percaya, bahwa sama seperti Dia demikian pula Anda di dalam dunia ini. Semua hal ini adalah karena kasih karunia-Nya dan bukan “usaha Anda untuk menjadi sedemikian.” Jadi hanya bersandar pada karya yang telah diselesaikan Kristus bagi Anda dan berhenti dari usaha pribadi untuk mencoba menjadi sesuatu yang sebenarnya telah diselesaikan.

Kapanpun Anda berusaha untuk menjadi sedemikian, Anda tidak akan sanggup (tidak seorangpun yang mampu), kemudian rasa bersalah akan membanjir masuk setiap kali Anda gagal.

Kapanpun Anda berusaha untuk menjadi sedemikian, Anda tidak akan sanggup (tidak seorangpun yang mampu), kemudian rasa bersalah akan membanjir masuk setiap kali Anda gagal. Anda tidak dapat memiliki hubungan yang berkualitas dengan siapapun dalam atmosfer rasa bersalah! Bagitu rasa bersalah masuk, maka Anda telah mempercayai dusta tentang diri Anda dan hal itu akan mempengaruhi perhentian Anda. Hiduplah tanpa rasa bersalah – Yesus telah menjadikan Anda tanpa salah! Jangan mencoba untuk berusaha mendapatkan apa yang telah Dia berikan kepada Anda.

Ini adalah hidup yang super berkelimpahan yang diberikan Yesus melalui kedatangan-Nya (Yoh 10:10)! Saat Anda menangkap pewahyuan ini, hal ini akan membalikkan hidup, usaha pekerjaan Anda dan segala hal yang lain! Mengapa saya mengatakan membalikkan? Karena hal ini sepenuhnya berkebalikan dengan cara pikir dunia. Dalam Kisah 17:6, para murid dituduh menjungkirbalikkan dunia dengan injil kasih karunia ini. Kita memiliki Bapa yang begitu luar biasa, penuh kasih dan indah! Sekarang dapatkah Anda melihat bagaimana Anda dapat berkuasa di dalam hidup seperti seorang raja melalui karya yang telah Dia selesaikan bagi Anda? Pemenuhan-Nya yang melimpah dan kesuksesan tanpa usaha akan mengalir dalam hidup Anda bila Anda berada dalam perhentian.

Oleh: Evan Beecham

Evan Beecham is a Pastor and Business owner, he owns an Insurance and Financial Planning Service, for the last 20 years, and has been in various aspects of ministry for 31 years.

Selanjutnya tentang Evan Beecham | Artikel oleh Evan Beecham