Pertobatan – Apakah itu?

Oleh: Peter Youngren
Dari: September - October 2011
Ditemukan dalam: Injil Kasih Karunia
Bagian ke-3 dari seri Lukas 15. Apakah pertobatan itu dan bagaimana pertobatan yang sejati itu terjadi?

Sebuah gaya hidup atau Kehidupan

Orang-orang Farisi memandang pertobatan sebagai perubahan tingkah laku; berhenti melakukan tindakan-tindakan “dosa” tertentu dan mulai melakukan tindakan-tindakan “suci” lainnya. Berhenti melanggar perintah-perintah Allah dan mulai mengikutinya sebaik mungkin merupakan inti dari agama mereka. Sayangnya definisi tentang pertobatan dari orang Farisi hampir sama dengan yang dipegang oleh banyak orang Kristen saat ini – berhenti minum minuman keras, merokok, berkata kotor, berbohong dan mulai membaca Alkitab, berdoa dan mulai pergi ke gereja. Dengan demikian pertobatan menjadi sesuatu yang berhubungan dengan apa yang ada di luar kita dan juga usaha kita, bukannya berpaling dari “perbuatan sia-sia” kita [Ibrani 6:1] kepada Yesus.
Kekristenan menjadi sebuah gaya hidup yang baru, bukan Dia, yang adalah kehidupan – Yesus Kristus sendiri. 

Kekristenan menjadi sebuah gaya hidup yang baru, bukan Dia, yang adalah kehidupan – Yesus Kristus sendiri.

Terimalah penerimaan Anda

Momen pertobatan dari anak yang terhilang bukanlah pada saat dia “menyadari dirinya sendiri” karena saat kita menyadari diri kita sendiri kita hanya akan menemukan diri kita sendiri. Bahkan saat sang ayah lari menyongsong anaknya, dia masih terus mengulangi idenya sendiri bahwa dia akan membayar hutang pada ayahnya; dia mau memperbaiki kesalahan dan membuat segalanya menjadi benar. Ayahnya tidak pernah memerintahkan anaknya untuk menghentikan perkataan yang sudah dilatihnya akan tetapi ia terus melanjutkan memeluk dan mencium anaknya. Pada akhirnya si anak terhilang menjadi terdiam – tidak ada pemikiran tentang apa yang ingin dia lakukan akan tetapi ia hanya menerima bahwa dia diterima oleh sang ayah. .

Pada akhirnya si anak terhilang menjadi terdiam – tidak ada pemikiran tentang apa yang ingin dia lakukan akan tetapi ia hanya menerima bahwa dia diterima oleh sang ayah.

Inilah dia: terimalah penerimaan Anda.

Anak terhilang menerima kasih ayahnya dan dipulihkan, bukan karena sesuatu yang telah ia lakukan, tetapi hanya karena ia adalah anak dan dia dikasihi karena jati dirinya yang sebenarnya. Ini adalah momen yang sebenarnya dari sebuah pertobatan. Si anak terhilang melepas semua usaha pribadinya dan menerima kasih yang tidak pernah lelah menanti dirinya.

Pertobatan sejati

Bagaimana kita memandang pertobatan? Apakah hal itu berkaitan dengan perubahan yang ada diluar? Apakah hal itu tentang berhenti dari sesuatu dan mulai melakukan aktivitas lainnya? Berhenti dari satu kebiasaan dan memulai kebiasaan yang lain?

Apakah pertobatan itu tentang Anda yang mengekang diri Anda sendiri dan mencoba keras untuk menjadi orang Kristen yang baik? Tidak, pertobatan yang sejati itu terjadi saat kita mengijinkan kasih Allah memeluk kita, dan kita menerima bahwa kita diterima di dalam Yesus Kristus serta dikasihi oleh Pencipta kita.

Pertobatan berkaitan dengan perubahan pola pikir. Bahasa Yunani-nya adalah “metanoia” yang berarti “berubah pikiran” atau “merubah pemikiran Anda.” Kita berhenti berpikir bahwa diri kita harus menjadikan segala sesuatu menjadi benar; bahwa kita akan memulihkan segala sesuatu yang telah kita rusakkan. Akan tetapi kita menerima kasih yang cuma-cuma dan kasih karunia yang ditawarkan kepada kita oleh Bapa sorgawi kita.

Sebuah perubahan gaya hidup dan perbuatan-perbuatan baik, yang memang diperlukan karena kita diciptakan untuk melakukan “pekerjaan baik” [Efesus 2:10], merupakan hasil dari menerima penerimaan kita di dalam Yesus Kristus

Bagaimana memberitakan tentang pertobatan

Bagaimana Anda memberitakan tentang pertobatan? Dalam Lukas 15, kata pertobatan digunakan Yesus lebih banyak dari tempat-tempat lainnya. Dengan jelas Ia menyatakan bahwa kish tentang gembala yang baik dan domba yang hilang adalah tentang pertobatan. Dalam hal apa domba itu bertobat? Apakah domba itu benar-benar merasa sengsara karena ia telah berjalan menjauh? Kita bahkan tidak yakin apakah domba itu menyadari bahwa dirinya tersesat. Pertobatan dari domba itu adalah bahwa ia menerima posisinya di atas bahu gembala yang baik. Sekarang domba itu teridentifikasi sepenuhnya dengan gembalanya.

pertobatan yang sejati itu terjadi saat kita mengijinkan kasih Allah memeluk kita, dan kita menerima bahwa kita diterima di dalam Yesus Kristus serta dikasihi oleh Pencipta kita.

Yesus mengatakan bahwa kisah tentang perempuan yang kehilangan dirhamnya merupakan gambaran dari pertobatan. Dalam hal apa uang dirham itu bertobat? Tidak diragukan lagi bahwa itu merupakan salah satu uang logam yang biasa dipakai pada kalung oleh para perempuan Timur Tengah. Dalam kasus perempuan di Lukas 15, ia memiliki 10 dirham di kalungnya dan yang satu hilang. Kalung itu sekarang menjadi tidak lengkap; ada sesuatu yang salah, tidak pada tempatnya. Akhirnya saat ia menemukan uang itu, segalanya menjadi sebagaimana mestinya seperti awalnya. Dirham yang telah ditemukan itu hanya menerima tempatnya di kalung. Pertobatan adalah menerima kasih yang telah ditunjukkan Allah kepada kita melalui Yesus Kristus.

Anda mungkin bertanya: Bagaimana dengan hidup benar, melakukan yang benar dan hidup kudus? Semua itu datang setelah kita bertobat dari usaha dan perbuatan sia-sia kita. Pekerjaan baik merupakan hasil dari hidup yang baru yang kita terima dalam posisi kita yang telah dipulihkan.

 

Oleh: Peter Youngren

As founder of World Impact Ministries, Celebration Bible College, Way of Peace and the Celebration Churches in Toronto, Hamilton and Niagara, Canada, Peter is committed to equipping believers to fulfill their purpose before the return of Jesus Christ.

Selanjutnya tentang Peter Youngren | Artikel oleh Peter Youngren