Dua Kata: Istirahat dan Kuasa

Oleh: Mary Felde
Dari: October 2009
Ditemukan dalam: Kasih Karunia dan Iman

Apakah mungkin saat beristirahat masih dapat melihat mukjizat terjadi? Apakah kata istirahat dan kuasa Allah berjalan bersama-sama? Atau kita harus menambahkan dengan kata-kata seperti perbuatan, usaha pribadi, kebenaran pribadi dan membayar harga untuk mendapat kuasa Allah?

Kami percaya Anda akan menikmati dua artikel dalam newsletter bulan ini. Pastor Tom Lipkin dari Finlandia mengajar tentang kesederhanaan Injil sebagai kekuatan Allah, dan Pastor Mike Walker dari AS menjelaskan bagaimana kita dapat beristirahat dalam karya Yesus yang telah selesai dan mengalami buah-buahnya.

Injil adalah kabar baik tentang apa yang telah diselesaikan Yesus! Sayangnya fokus kita sering kali lebih pada apa yang harus kita lakukan. Galatia 1:6 berkata, “Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.”

Kapan kita berbalik dari Yesus – kepada siapa kita berbalik? Seringkali jawabannya adalah: diri kita sendiri! Sudahkah Aku cukup melakukannya, apakah Aku berhak menerima ini, apakah Aku cukup baik, dll. Itu semua adalah pertanyaan yang salah. Pertanyaan yang benar adalah: Sudahkah Yesus membayar dengan lunas? Sudahkah Dia menyelesaikan karya-Nya? Apakah Yesus cukup baik? Dengan jawaban ‘Ya’ terhadap pertanyaan tersebut kita dapat beristirahat dalam jaminan karya yang telah diselesaikan-Nya!

Bersemangatlah dan biarkan Injil menjadi kekuatan Allah dalam hidup dan pelayanan Anda!

Oleh: Mary Felde

Mary Felde is a missionary and worldwide speaker of the Word of God. She has thought in churches, seminars, conferences, and Bible schools on four continents.

Selanjutnya tentang Mary Felde | Artikel oleh Mary Felde