Perhentian di dalam Yesus (bagian 3)

Oleh: Mike Walker
Dari: December 2009
Ditemukan dalam: Injil Kasih Karunia
Hidup kita bersama Tuhan harus penuh dengan istirahat. Lalu bagaimana kita dapat melayani Tuhan dan tetap penuh dengan istirahat?

Kita, yang berada dalam Perjanjian Baru yang telah diberikan Allah melalui Yesus Kristus, memiliki kesempatan untuk hidup bersama Allah dengan penuh peristirahatan serta bebas stres. Bagi banyak orang, kebenaran ini tampaknya sangat tidak mungkin karena kekacauan yang terjadi dalam hidup mereka. Yesus tetap membawa kedamaian kedalam badai kehidupan. Ada peristirahatan yang sejati dan nyata bagi umat Allah! Ketidakpercayaan membawa stres dan kegelisahan, tetapi percaya pada karya yang telah diselesaikan Kristus membawa peristirahatan.

Ketidakpercayaan membawa stres dan kegelisahan, tetapi percaya pada karya yang telah diselesaikan Kristus membawa peristirahatan.

Ibrani 4:1-4 – “ Sebab itu, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku. Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya. Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian seperti yang Ia katakan: “Sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku,” sekalipun pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan. Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas: “Dan Allah berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya.”

Kerajaan Sorga adalah milik kita

Kita dapat hidup dan beroperasi di dalam atmosfir dimana kita berhenti dari segala pekerjaan kita

Hidup kita bersama Tuhan seharusnya penuh peristirahatan dan bukan selalu dihempas badai angin kesengsaraan yang meniup kita dari segala arah. Kita dapat hidup dan beroperasi di dalam atmosfir dimana kita berhenti dari segala pekerjaan kita (Ibr. 4:10) dan mengetahui bahwa setiap janji Allah adalah milik kita karena Kristus telah menggenapi setiap persyaratannya dan telah duduk di sebelah kanan Allah. Kita dapat berkata dengan penuh keberanian bahwa kita tahu kepada siapa kita percaya dan kita yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepada kita (2 Tim 1:12). 

Kerajaan Sorga adalah milik kita melalui Kristus – hal itu telah diberikan kepada kita.

2 Petrus 1:3 – “Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.” Allah kita adalah Allah yang baik dan Dia telah memberikan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh melalui Kristus Yesus. Kita memiliki hikmat, damai sejahtera, kebenaran dan seluruh janji yang sangat berharga di dalam Alkitab yang dianugerahkan kepada kita.

Berusaha masuk ke dalam perhentian-Nya

Ibrani 4:11 – “Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorang pun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.” Ada banyak orang yang sangat tertekan di dalam kekristenan karena gagal mengerti dan menangkap bahwa saat kita memiliki Yesus, kita memiliki segalanya! Yesus ada bersama dengan kita setiap saat dan Dia cukup bagi hari esok dan masa depan yang masih jauh di depan kita. Beberapa orang membutuhkan ada yang menumpangkan tangan keatas mereka dan memberikan perkataan nubuatan, tetapi kita perlu untuk percaya pada Yesus yang ada di dalam setiap kita – Dia yang tidak akan pernah meninggalkan atau membiarkan kita! 

Ada suatu tempat dimana kita dapat menjalani pertandingan kita dengan tanpa menjadi lelah dan lesu.

Yesaya 40:29-31 – “Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah” Ada suatu tempat dimana kita dapat menjalani pertandingan kita dengan tanpa menjadi lelah dan lesu. Dalam 1 Korintus 15:10 Paulus menyatakan bahwa ia “telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua” tetapi bukannya aku, “melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.” Pendekatannya pada pelayanan ada di dalam tempat perhentian dimana pekerjaannya dimampukan oleh Tuhan. Yesus telah menyelesaikan “segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya” (Yohanes 5:36). Dia berkata dan melakukan apa yang diperintahkan dan diserahkan Bapa kepada-Nya dan berhenti di dalam kenyataan tersebut. Dia mengetahui jalan yang dimiliki Bapa bagi-Nya yang harus dijalani-Nya dan kemudian beristirahat pada hasil bahwa segala sesuatu diletakkan dihadapan-Nya.

Pendekatannya pada pelayanan ada di dalam tempat perhentian dimana pekerjaannya dimampukan oleh Tuhan.

Efesus 2:10 – “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” Kita perlu untuk bergerak maju dalan segala hal yang telah dipersiapkan bagi kita. Kita perlu peka terhadap tuntunan Roh Kudus dan tetap berada di dalam rencana Bapa. Memberikan segala yang kita punya dan menyerahkannya pada Tuhan dan Dia akan menuntun kita tanpa ada stres dan keraguan yang kita buat sendiri. Jika kita tidak mempunyai jaminan untuk bergerak maju dalam sebuah keputusan, jangan bergerak! Yesus adalah Tuhan dalam hidup kita dan kita perlu untuk mendengarkan apa yang Dia katakan.

Kita perlu peka terhadap tuntunan Roh Kudus dan tetap berada di dalam rencana Bapa.

Kita terhubung dengan Tuhan

Matius 11:28-30 – “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.” Kehidupan Kristen memang dijadikan sebagai hidup yang penuh dengan peristirahatan dan bebas dari stres. Tidak ada tempat untuk kelelahan di dalam pelayanan dan dalam melayani Tuhan. Saat kita benar-benar bekerja untuk Yesus, kita tidak akan pernah menjadi lelah karena kita tidak bekerja dengan usaha kita sendiri. Kita melakukan pekerjaan yang telah dipersiapkan Tuhan bagi kita; pekerjaan yang telah Dia letakkan bagi kita. Apa perbedaan saat kita terhubung dengan kuk pada Tuhan – Dia yang menarik beban yang berat itu, bukan kita! Inilah hidup yang bebas stres, penuh kelimpahan yang diberikan Yesus melalui kedatangan-Nya. Jawaban untuk stres adalah:  Marilah dan belajarlah pada-Ku!

Oleh: Mike Walker

Rev. Walker along with his wife Jane set out to establish and build a strong local church in Post Falls, ID. Thus came the pioneering of Faith Tabernacle Church. Since that step of faith 23 years ago, this journey has seen them into over twenty countries.

Selanjutnya tentang Mike Walker | Artikel oleh Mike Walker