Perhentian didalam Yesus

Oleh: Mike Walker
Dari: October 2009
Ditemukan dalam: Kasih Karunia dan Iman
Ada sebuah tempat perhentian yang tersedia bagi setiap orang percaya Perjanjian Baru: Kita dapat berhenti dari perbuatan kita dan masuk dalam kehidupan yang telah diberikan Yesus bagi kita melalui salib.

Perhentian – sebuah kata yang sering kali tampaknya diluar jangkauan orang-orang yang hidup dalam dunia yang penuh dengan ketergesaan, terus mengejar sesuatu, penuh tekanan. Tuntutan kebutuhan sehari-hari menghabiskan waktu dan energi kita, tetapi Tuhan telah memberikan kepastian bagi kita bahwa ada sebuah tempat perhentian bagi umat Allah.

Ibrani 4:1 – “ Sebab itu, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku.”

Tuntutan kebutuhan sehari-hari menghabiskan waktu dan energi kita, tetapi Tuhan telah memberikan kepastian bagi kita bahwa ada sebuah tempat perhentian bagi umat Allah.

Ada sebuah perhentian bagi umat Allah; sebuah tempat di dalam Roh dimana kita dapat hidup dengan memiliki kesadaran akan hidup berkelimpahan dan kuasa supranatural yang telah diberikan Kristus bagi kita. Ada sebuah tempat pehentian dimana kita berhenti dari semua usaha kita dan masuk ke dalam hidup yang telah diberikan Yesus bagi kita melalui salib.

Tanah Perjanjian

Ibrani 4:2-3 melanjutkan dengan: “ Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya. Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian…”

Teks tersebut berbicara tentang sebuah kejadian dalam Perjanjian Lama yang ditemukan dalam Bilangan 13. Kita dapat membaca bagaiaman Tuhan berbicara kepada umat Israel dan memberikan “tanah perjanjian” tersebut. Tuhan menyuruh mereka untuk menjelajahi dan melihat berkat-berkat tersebut. Jadi mereka memilih dua belas pengintai yang dikirim untuk melihat tanah yang telah dijanjikan Allah. Dalam perjalanan mereka meneukan kota-kota yang berkubu dan raksasa-raksasa tetapi mereka juga menemukan berkat yang melimpah!

Sepuluh pengintai kembali dengan membawa laporan yang penuh dengan ketakutan; mereka tidak percaya bahwa TUHAN telah memberikan tanah itu bagi mereka. Hanya Yosua dan Kaleb yang menolak untuk percaya laporan buruk itu dan diwaktu kemudian mereka masuk ke dalam tanah perjanjian – sebuah tanah yang berlimpah dengan susu dan madu, atau dalam istilah Perjanjian Baru, kelimpahan dan kemakmuran. Mereka adalah dua orang dari generasi tersebut yang masuk ke dalam perhentian!

Jangan percaya berita jahat, tetapi percayalah pada Injil dan masuklah ke dalam tempat perhentian, kedamaian, kemakmuran dan kesehatan itu.

“Tanah perjanjian” ini tersedia bagi setiap orang percaya; ini adalah tanah yang penuh dengan kesehatan, kemakmuran dan segala hal yang baik. “Tanah perjanjian” ini bukanlah sebuah lokasi dalam peta akan tetapi merupakan suatu keadaan. Ini adalah sebuah tempat dalam dunia roh yang secara literal mempengaruhi bagaimana kita mengatur “kehidupan” dan keadaan kita melalui tantangan-tantangan hidup yang kita hadapi. Sebuah hidup yang diberikan Yesus yang melampaui dasar, sebuah tingkat pemeliharaan keberadaan yang diinginkan begitu banyak orang Kristen.

Percaya Injil dan masuk ke dalam tempat perhentian

Tempat perhentian ini adalah kedamaian dan kemenangan total dalam setiap area kehidupan kita dan hal itu ditemukan dengan cara mempercayai Injil – kabar yang terlalu baik untuk menjadi kenyataan, tetapi memang nyata!

Yohanes 6:28-29 – “ Lalu kata mereka kepada-Nya: “Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?” Jawab Yesus kepada mereka: “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.” Untuk masuk ke dalam tempat perhentian itu kita harus percaya pada Injil. Percaya bahwa Yesus adalah Juru Selamat, Penyembuh, Pembebas, Penyedia. Percaya bahwa Dia adalah Gembala Agung yang memimpin dan membimbing kita dalam setiap area kehidupan kita sehari-hari. Untuk bisa mengerjakan pekerjaan Allah, maka kita harus percaya! Percaya bahwa Dia telah mengalahkan semua kuasa musuh dan kita telah duduk bersama Dia di sorga.

Ada sebuah tempat yang penuh kuasa – sebuah posisi dimana kita tahu bahwa Allah bersama dengan kita.

Kita bertanding dalam pertandingan iman untuk percaya saat angin dan gelombang kesulitan menerpa hidup kita. Ada banyak suara yang terdengar dari dunia saat ini – suara dari media, suara dari keadaan, suara dari hubungan yang rusak, suara dari kecanduan, suara ketakutan dan masih banyak lagi. Semua itu dapat mempengaruhi hidup kita. Beberapa diantaranya dapat menjadi begitu besar dalam pemikiran kita seolah-olah menjadi raksasa yang menelan hidup kita.

Itulah mengapa sangat penting untuk mendengar suara kabar baik dari Injil! Hal itu merupakan sebuah kabar yang menyatakan tentang kasih Allah yang luar biasa dan tidak terukur bagi manusia sehingga Ia mengirimkan Anak-Nya yang tunggal, Yesus, untuk turun dari sorga dan menjadi Penebus umat manusia. Sebagai manusia, Yesus menjadi korban yang sempurna dan berkenan untuk menebus dosa manusia. Semua kemurkaan Allah terhadap dosa ditimpakan pada Yesus! Kita dapat beristirahat dalam kenyataan tersebut. Yesus telah membayar lunas harga untuk dosa-dosa kita, untuk kedamaian kita, untuk kesembuhan kita, untuk pemenuhan kebutuhan kita, untuk persahabatan kita, untuk hikmat kita dan juga memberi kita kemenangan total terhadap setiap kuasa iblis!

Duduk bersama Dia di tempat perhentian

Ada sebuah tempat yang penuh kuasa – sebuah posisi dimana kita tahu bahwa Allah bersama dengan kita. Kita mengerti bahwa iman timbul dari pendengaran dan pendengaran akan Firman, jadi begitu kita mendengar “kabar yang terlalu baik untuk menjadi kenyataan tetapi benar-benar nyata dalam hidup Anda”, terimalah, berpeganglah padanya, percaya dan nyatakanlah – kemudian beristirahat dalam kebenaran itu!  Jangan percaya berita jahat, tetapi percayalah pada Injil dan masuklah ke dalam tempat perhentian, kedamaian, kemakmuran dan kesehatan itu.

Saat Yosua dan Kaleb memasuki tanah perjanjian bersama dengan generasi berikutnya, generasi mereka sendiri, yang tidak percaya dan tidak masuk kedalam perhentian itu, mati di padang gurun.

Kita duduk bersama Dia di sebuah tempat perhentian dimana kita telah mengalahkan dunia dengan iman di dalam karya yang telah diselesaikan-Nya.

Ibrani 4:9-11 – “Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya. Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorang pun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.”

Masuklah kedalam apa yang telah diraih Kristus bagi kita. Dia duduk di sorga; Dia telah menag dan kemenangan itu diberikan kepada kita!  Kita duduk bersama Dia di sebuah tempat perhentian dimana kita telah mengalahkan dunia dengan iman di dalam karya yang telah diselesaikan-Nya.

Terkadang hal ini tampaknya seperti jawaban yang diluar jangkauan kita dan sepertinya ada tembok besar diantara kemenangan dan diri kita. Raksasa-raksasa itu dapat tampak semakin besar dan kita merasa bagaikan belalang dihadapan mereka saat hidup kita dibebani oleh permasalahan, tetapi itulah saat untuk masuk kedalam tempat perhentian Allah. Pikiran dan hati kita dapat tenang dan meraih dibalik selubung ketidak percayaan serta beristirahat dalam apa yang telah diselesaikan oleh Kristus – kita duduk di sorga di dalam Kristus Yesus melampaui semua pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa dan setiap nama yang dapat disebut!

Matius 11:28-30 – “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”

Dekaplah janji Allah dan nyatakanlah bahwa melalui Kristus, tempat perhentian itu menjadi milik kita.

Oleh: Mike Walker

Rev. Walker along with his wife Jane set out to establish and build a strong local church in Post Falls, ID. Thus came the pioneering of Faith Tabernacle Church. Since that step of faith 23 years ago, this journey has seen them into over twenty countries.

Selanjutnya tentang Mike Walker | Artikel oleh Mike Walker