Perbedaan antara kemalasan dan penuh peristirahatan

Oleh: Mary Felde
Dari: August - September 2012
Ditemukan dalam: Injil Kasih Karunia

Sering saya mendengar komentar bahwa orang menjadi ragu untuk memberitakan tentang Injil Kasih Karunia karena mereka takut hal itu akan membuatvorang menjadi pemalas. Beberapa orang bahkan lebih dari iru, seperti menuduh kami memberikan surat ijin menjadi pemalas pada banyak orang. Akan tetapi, sangat penting untuk mendengar keutuhan dari pesan yang diajarkan di GGN ini.

Kami tidak mendorong orang untuk menjadi pemalas dan tidak memiliki hubungan yang hidup dan aktif bersama Tuhan dan dengan Gereja mereka. Akan tetapi, kami berfokus pada motifmengapa orang melakukan apa yang mereka lakukan. Apakah mereka melakukannya untuk berusaha menyenangkan Tuhan sehingga layak menerima berkat-Nya, atau mereka melakukan apapun yang mereka lakukan sebagai hasil dan respon terhadap segala hal indah yang telah dilakukan Allah bagi mereka?

Newsletter ini memiliki dua artikel yang berfokus pada peristirahatan Tuhan. Hal ini tidak berarti kita menjadi malas, tetapi kita belajar untuk beristirahat saat kita bekerja. Tekanan berat datang pada kita saat kita berpikir bahwa pekerjaan dan usaha kitalah yang akan membuat perubagan. Peristirahatan ada saat kita mengetahui bahwa Yesus telah sepenuhnya menyelesaikan karya untuk menegakkan anugerah besar bersama Allah dan saat kita sadar bahwa Dialah yang juga bekerja baik di dalam dan melalui kit

Oleh: Mary Felde

Mary Felde is a missionary and worldwide speaker of the Word of God. She has thought in churches, seminars, conferences, and Bible schools on four continents.

Selanjutnya tentang Mary Felde | Artikel oleh Mary Felde