Perjanjian Yang Tak Terpatahkan

Oleh: Scott McIntyre
Dari: May-June 2011
Ditemukan dalam: Injil Kasih Karunia

Perjanjian Yang Tak Terpatahkan

Allah mengadakan perjanjian dengan Abram dan menjanjikan berkat yang besar bagi Abram dan keturunannya. Perjanjian Baru adalah penggenapan dari perjanjian dengan Abram. Bagaimana kita dapat mengambil keuntungan dari Perjanjian Baru? Dan apakah bagian Anda?

Anda adalah penerima keuntungan dari Perjanjian Baru. Apa artinya? Untuk memulainya, coba pikirkan sesuatu yang lebih sering kita dengar seperti: sebuah wasiat (surat wasiat) dari orang tua (contoh dari seorang ayah).

Saat seorang ayah membuat surat wasiatnya, ia menyatakan keinginannya berkaitan dengan harta miliknya setelah ia meninggal. Mungkin anak laki-lakinya diberi sebuah rumah, anak perempuannya diberi mobil…atau gabungan dari keduanya juga bisa sesuai dengan yang dimiliki ayahnya. Selain itu, surat wasiat tidak dapat dirubah tanpa persetujuan dari sang ayah.

Bahkan di dunia nyata sekalipun, suatu wasiat (perjanjian) yang telah disahkan, sekalipun ia dari manusia, tidak dapat dibatalkan atau ditambahi oleh seorang pun.

Saya baru saja menggunakan sebuah contoh yang bagi pemahaman kita merupakan sesuatu yang alami. Tetapi tahukah Anda bahwa Rasul Paulus juga menggunakan contoh yang sama untuk menggambarkan Perjanjian Baru? Perhatikan Galatia 3 dimana Paulus membuat perhatian orang-orang Galatia kembali pada kesempurnaan Perjanjian Baru yang telah diadakan antara Allah dan manusia di dalam Yesus:

“Saudara-saudara, baiklah kupergunakan suatu contoh dari hidup sehari-hari. Suatu wasiat yang telah disahkan, sekalipun ia dari manusia, tidak dapat dibatalkan atau ditambahi oleh seorang pun.” (Galatia 3:15).

Apa yang dikatakan Paulus? Bahkan di dunia nyata sekalipun, suatu wasiat (perjanjian) yang telah disahkan, sekalipun ia dari manusia, tidak dapat dibatalkan atau ditambahi oleh seorang pun. Karena itu betapa lebih kuatnya Perjanjian Baru? Hal itu merupakan gagasan Allah; inisiatif Allah; Allah yang melakukan. Hal itu tidak dapat ditambahi dan dibatahkan. Saudaraku, hal ini penting untuk kita ketahui.

Mitra Perjanjian Allah

Paulus menulis pada jemaat Galatia yang sedang berusaha untuk meningkatkan posisi mereka dihadapan Allah dengan perbuatan mereka sendiri. Entah bagaimana mereka telah tertipu sehingga berpikir bahwa mereka perlu melakukan perbuatan-perbuatan agamawi tertentu agar dapat menjaga perjanjian, atau menerima nilai lebih dari perjanjian. Respon empati dari Paulus dari pemikiran tersebut adalah, “Tidak, Tidak, Tidak!!!”

Jadilah kuat, saudaraku. Allah tidak mengurangi keuntungan apapun yang telah datang pada Anda dalam Yesus dan juga tidak ada ruang yang perlu ditingkatkan lagi dalam Perjanjian Baru. Ruang apa yang diperlukan? Semakin mengenali Yesus. Dia setia dalam perjanjian (meskipun kita tidak selalu setia); kesetian-Nya diperhitungkan pada kita; dan karena Dia itu setia, Perjanjian Baru tidak dapat dibatalkan.

Mungkin ada waktu-waktu dalam hidup Anda sebagai orang percaya dimana Anda diyakinkan bahwa Allah sedang tidak berkenan pada Anda. Sama seperti banyak orang yang terjebak dalam agama yang sepenuhnya berdasarkan pada Perjanjian Baru, mungkin Anda telah sampai pada suatu titik dimana dalam pemikiran Anda, Anda mempercayai bahwa kegagalan Anda telah memberikan sebuah alasan yang tepat agar Allah meninggalkan Anda, mengeluarkan Anda dari keluarga-Nya atau membatalkan berkat-berkat-Nya dari hidup dan pelayanan Anda.

Tolong baca kalimat berikut ini dengan seksama: Kegagalan-kegagalan serta ketidaksetiaan Anda tidak merubah pandangan Allah terhadap Anda, juga tidak melanggar Perjanjian Baru, yang membuat Anda tidak mendapatkan kebaikan Allah. Jika Anda mau mengambil bagian dalam keuntungan-keuntungan dari Perjanjian Baru melalui percaya dalam Yesus, Anda selalu diundang untuk melakukannya.

Anda bukan mitra Allah dalam perjanjian. Manusia Kristus Yesus yang merupakan mitra Allah dalam perjanjian.

Sekarang, apakah benar bahwa sebuah perjanjian membutuhkan kesetiaan? Tentu saja. Apakah benar bahwa dalam Alkitab mencatat bahwa dalam suatu perjanjian ada konsekuensi yang serius bagi orang-orang yang melanggarnya? Ya, itu benar. Kalau begitu, bagaimana mungkin ketidaksetiaan kita kepada Allah tidak menyebabkan Dia menolak kita sebagai mitra dalam perjanjian? Jawaban: Anda bukan mitra Allah dalam perjanjian. Manusia Kristus Yesus yang merupakan mitra Allah dalam perjanjian. Dia tidak pernah tidak setia pada perjanjian. Kesempurnaannya selalu ada dihadapan Allah (Ibrani 9:24). Dan karena Anda ada di dalam Dia (Roma 6:11; Efesus 1 & 2; Kolose 2:9-13), kegagalan Anda tidak muncul dihadapan Allah. Akan tetapi, kesempurnaan dan kesetiaan Kristus yang nampak dihadapan Allah bagi Anda. Puji Tuhan.

Perjanjian Allah dengan Abram

Mari sejenak kita lanjutkan pembelajaran kita tentang perjanjian. Perjanjian Baru adalah penggenapan dari perjanjian yang dibuat Allah dengan Abram pada waktu yang sudah lampau. Ya, memang ada waktu dimana ada Perjanjian Musa (Lama). Tetapi kita diberitahu dalam Galatia 3:17-26 bahwa Perjanjian Musa tersebut, yang disebut sebagai “hukum Taurat,” berakhir saat Yesus datang dan tidak membatalkan perjanjian yang sebelumnya telah dibuat oleh Allah dengan Abram dan keturunannya. Allah tidak mengganti perjanjian-Nya dengan Abram. Akan tetapi, hukum Taurat diberikan untuk menunjukkan pada bangas Israel dan semua orang bahwa tidak mungkin kita mendapatkan keuntungan dari kebaikan Allah melalui usaha atau kebaikan manusia. Sejak awal kehidupan kita, kita terkurung…di bawah kekuasaan dosa” (Galatia 3:22), dan hanya karena kebaikan dan kasih karunia Allah kita dapat menerima keuntungan dari janji-jani-Nya. Tentu saja Allah tahu hal itu dari mulanya. Jadi saat Ia menetapkan perjanjian-Nya dnegan Abram dan keturunannya, kasih karunia Allah bagi semua generasi sudah berlaku.

Apakah Anda ingat ksah bagaimana Allah meneguhkan perjanjian-Nya dengan Abram dan keturunannya? Allah telah menjanjikan berkat yang besar bagi Abram dan keturunannya (Kejadian 12:2-3; 15:1-6). Saya sering mengatakan seperti ini: Allah berjanji untuk memampukan Abram dan keturunannya untuk menjadi baik dan ada dalam keadaan yang baik, untuk kebaikan mereka sendiri dan juga kebaikan bagi semua orang. Saudaraku, itu juga yang disediakan Allah bagi Anda saat ini: Dia telah membuat ketentuan bagi Anda untuk dimampukan agar menjadi baik dan dalam keadaan yang baik bagi kebaikan Anda sendiri dan kebaikan orang lain melalui Anda. Puji Tuhan sekali lagi!

Lalu bagaimana hal ini terjadi dalam kehidupan kita? Kita sudah melihat bahwa sebuah perjanjian menuntut sebuah kesetiaan. Dan kita telah melihat hal tersebut dalam hal-hal yang berkaitan dengan Allah, usaha manusia sia-sia dan menunjukkan dengan jelas bahwa kita semua adalah orang-orang yang tidak setia. Lalu bagaimana seseorang dapat menerima keuntungan dari perjanjian Allah? Sebelumnya saya sudah menyinggung jawaban tentang hal ini: Dalam me

Dalam Kejadian 15:8-21 kita dapat membaca tentang Allah meneguhkan perjanjian-Nya dengan Abram, yang jelas sekali terbiasa dengan segala formalitas dari perjanjian kuno. Abram mempersiapkan hewan korban untuk upacara perjanjian, dengan membuat sebuah jalur darah diantara hewan korban. Jalur darah semacam itu diletakkan disuatu tempat dimana nantinya para pihak yang mengikat perjanjian akan melewatinya saat mereka saling berjanji dan juga menyebutkan kutukan yang akan terjadi bila salah satu pihak melanggar perjanjian.

Tetapi setelah Abram mempersiapkan segalanya, Allah membuat suatu perubahan yang sangat penting bagi jaminan kelangsungan perjanjian tersebut.

Sebelum kita melanjutkan ceritanya, ingatlah beberapa hal: Sebuah perjanjian dibuat antara dua pihak atau lebih; sebuah perjanjian menuntut adanya kesetiaan; sejak lahir Abram adalah orang berdosa, sama seperti semua orang yang lahir dalam keturunan Adam.
Jelas sekali Allah tidak dapat bergantung pada Abram.  Sekarang mari kita kembali pada kisah dalam Kejadian 15.

Yesus, Keturunan, ada saat Allah mensahkan perjanjian dimana Abram dan keturunan-keturunannya akan menjadi penerima keuntungan.

Segala sesuatu yang dibutuhkan untuk mengadakan perjanjian telah siap. Akan tetapi pada menit terakhir Allah membuat perubahan yang penting: Dia membuat Abram tidur (ay 12). Apa artinya ini? Abram akan menjadi penerima keuntungan dari perjanjian tanpa perlu menanggung tanggung jawab bagi kelangsungan perjanjian.

Lalu siapa yang bertanggung jawab? Sebuah perjanjian harus memiliki lebih dari satu pihak. Allah ada disana. Abram tidur. Apakah hanya ada satu pihak? Tidak. Menurut Galatia 3 segala sesuatu baik-baik saja meskipun Abram tidur, karena:

kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan “kepada keturunan-keturunannya” seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: “dan kepada keturunanmu”, yaitu Kristus. Maksudku ialah: Janji yang sebelumnya telah disahkan Allah, tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat, yang baru terbit empat ratus tiga puluh tahun kemudian, sehingga janji itu hilang kekuatannya. (Galatia 3:16-17).

Yesus adalah Keturunan

Apakah Anda melihatnya? Yesus adalah Keturunan yang melalui Dia perjanjian itu dibuat, dan perjanjian itu telah disahkan oleh Allah dalam Kristus. Yesus, Keturunan, ada saat Allah mensahkan perjanjian dimana Abram dan keturunan-keturunannya akan menjadi penerima keuntungan. Saat Abram tertidur ”kelihatanlah perapian yang berasap beserta suluh yang berapi lewat di antara potongan-potongan daging itu” (ay 17). Tidak hanya satu, tetapi ada dua benda yang muncul dan melewati darah perjanjian. Allah hadir. Keturunan Abraham yang sekarang kita kenal sebagai Yesus Kristus, hadir. Perjanjian telah disahkan, dan bagi Abram, Anda dan saya, selamanya aman, karena berlangsungnya perjanjian tersebut tidak terbgantung pada Anda dan saya, namun hanya tergantung pada Yesus. Dia setia, Dia tidak berubah, Dia adalah Allah dan Dia adalah manusia. Didalam Dia ada kesetiaan pada bagian Allah, dan dalam Dia ada kesetiaan pada bagian manusia. Perjanjian Baru dalam Tuhan Yesus Kristus adalah PERJANJIAN YANG TAK TERPATAHKAN!

berlangsungnya perjanjian tersebut tidak terbgantung pada Anda dan saya, namun hanya tergantung pada Yesus.

Lalu apa yang kita lakukan? Pertimbangkanlah Yesus dalam setiap aspek kehidupan, dan responilah sejalan dengan Dia. Dia memimpin kita dalam kehidupan yang saleh. Dia memberi inspirasi kepada kita dalam iman. Kuasa kesembuhan-Nya, Kekuatan-Nya dan kemampuan-Nya dimanifestasikan dalam tubuh kita. Kasih dan kebaikan-Nya terdengar dalam perkataan kita dan terlihat dalam tindakan kita.

Yesus itu setia. Yesus itu tidak berubah. Yesus adalah Dia yang didalam-Nya Perjanjian Baru selamanya sempurna dan terjamin. Anda berada di dalam Dia. Hal itu membuat Anda menjadi apa? Penerima segala hal yang baik yang ditemukan dalam kehendak Allah, dan menjadi sebuah bejana bagi kasih dan kuasa-Nya agar melaluinya Dia menjadi dikenal oleh orang-orang disekitar Anda.

Anda dimampukan untuk menjadi baik dan ada dalam keadaan baik bagi kebaikan Anda sendiri dan bagi kemuliaan Allah. Dan sebagai seorang pelayan Injil Yesus Kristus, Anda dimampukan untuk menolong orang lain untuk menjadi baik dan ada dalam keadaan baik.

Oleh: Scott McIntyre

Founder of Front & Center Ministries
Ontario, Canada
http://www.front-and-center.ca

Selanjutnya tentang Scott McIntyre | Artikel oleh Scott McIntyre