Yang terbaik ada disini

Oleh: Mike Walker
Dari: November 2008
Ditemukan dalam: Injil Kasih Karunia
Saya masih ingat saat dimana Allah menyatakan pada saya bahwa “Yang terbaik” telah datang – kasih karunia Allah yang luar biasa melalui Yesus Kristus!

Beberapa orang mengatakan “Yang Terbaik Akan Datang!” Tetapi saya ingin Anda tahu bahwa Anda dapat memiliki hidup yang “Terbaik” sekarang.

Hukum Taurat itu baik dan kudus, tetapi Allah menunjukkan kasih karunia-Nya dalam bentuk Anak-Nya sehingga kita dapat hidup dan memiliki hidup yang “Terbaik” saat ini. Saya masih ingat saat dimana Allah menyatakan pada saya bahwa “Yang terbaik” telah datang – kasih karunia Allah yang luar biasa melalui Yesus Kristus!

”Agama” tidak berhenti

Keinginan untuk menyenangkan Tuhan yang mereka percayai ada dalam hati setiap manusia. Tetapi bila kita tidak berhenti dalam yang “terbaik” dari Tuhan dan membiarkan tindakan kita sebagai respon dari pengertian dari kasih luar biasa yang didemonstrasikan Yesus kepada kita, maka keinginan untuk menyenangkan Tuhan itu akan segera menjadi sekedar tindakan yang digerakkan oleh usaha agar perhatian Tuhan tertuju pada kita; saudaraku, hal itu disebut sebagai “agama.” Pak pendeta, apa maksudnya ini? Sederhananya, dalam usaha kita melakukan yang terbaik untuk menyenangkan Allah Sang Pencipta, kita akan menemukan bahwa fokus kita telah berpindah dari Allah kepada kemampuan kita untuk menjadi layak dan diterima. Maka kekudusan, perintah dan disiplin dari tugas-tugas agamawi akan menggantikan hubungan pribadi dengan Dia.

Kasih karunia semakin melimpah

“Kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran adalah kekuatan untuk berkuasa di dalam hidup!”


Perhatikan kebenaran luar biasa yang dinyatakan dalam ayat berikut ini:

“Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah, supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.” (Roma 5:20-21)

Wow, disinilah kita melihat bahwa melalui campur tangan ilahi dosa dalam segala kepenuhannya tidak dapat lebih cemerlang daripada kekayaan hidup yang dipenuhi dengan kasih karunia. Melalui salib, pembayaran lunas telah dilakukan, cek telah ditandatangani dengan darah-Nya, dan hutang hukuman dosa itu telah dibayar, tetapi hal itu lebih dari cukup. Ini adalah kenyataan yang luar biasa saat kita menangkap kebenaran dari kasih karunia Allah. Keselamatan adalah kemenangan yang berkelimpahan dari kasih karunia Allah.

Disini Rasul Paulus menyatakan bahwa kasih karunia semakin melimpah:

“Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,” (Roma 5:20)

Ini adalah tindakan dari kasih karunia terhadap kehidupan orang berdosa yang sekarang telah dimerdekakan! Hal ini membawa semangat yang besar serta iman dalam hati kita! Hukum Taurat membuat dosa semakin banyak dan menyatakan pada kita bahwa kita tidak akan pernah dapat memenuhi standar yang diperlukan agar bisa benar di hadapan Allah. Tetapi, keajaiban dari kasih karunia yang mengagumkan! Di dalam Dia kita melihat kasih Allah yang tanpa syarat dinyatakan, membawa penebusan dari dosa dan kuasa-Nya atas kita.

Kuasa dosa adalah hukum Taurat

Melalui Adam dosa masuk kedalam manusia dan hasilnya adalah semua orang telah berdosa.
Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.” (Roma 5:12)

Hingga datanglah Hukum Taurat Musa, Hukum Allah. Kita dapat melihat melalui sejarah bahwa begitu pintu terbuka dan dosa masuk, hukum Taurat tidak dapat menghentikan kegerakannya, malah hasil dari hukum Taurat adalah dosa menjadi semakin banyak. Hukum Taurat menyingkapkan dosa manusia sehingga kita tinggal dengan kepekaan yang nyata akan dosa. Bukannya hukum Taurat tidak efektif dalam tujuannya (membawa penghukuman pada manusia karena dosa-dosa mereka), tetapi hukum Taurat tidak menyediakan jalan keluar; karenanya membuat manusia tanpa pengharapan dan putus asa. Hukum Allah akan berkata pada manusia, “jangan lakukan itu” dan orang berdosa akan melakukannya juga karena kuasa dosa adalah hukum Taurat.

”Lebih lagi, kita berkuasa dalam hidup dengan bersandar pada yang “Terbaik” dari Allah…Yesus Kristus!”

Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. (1 Korintus 15:56)

Kuasa untuk berkuasa dalam hidup

Karena hukum Taurat, dosa berkuasa atas manusia seperti raja dan manusia berada di bawah kekuasaannya. Manusia hidup sebagai budak di bawah kekuasaan raja yang jahat ini. Tetapi kemudian datanglah RAJA DIATAS SEGALA RAJA, YESUS KRISTUS YANG BENAR, yang telah menyatakan dan mendemonstrasikan kasih karunia Allah yang luar biasa kepada manusia. Yang “Terbaik” sekarang telah datang!

Saat dosa berkuasa, hal itu selalu membawa kematian secara rohani dan fisik – tuntutan kuasa pemerintahan dosa adalah mengambil tetapi tidak pernah memberi, menghisap inti kehidupan manusia. Tetapi kasih karunia telah menang atas dosa dan maut, memberikan kembali hidup yang pernah dicuri oleh dosa kepada siapa yang mau percaya dan menerima keajaiban yang luar biasa ini. Kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran adalah kekuatan untuk berkuasa di dalam hidup! Kemampuan yang diberikan oleh kasih karunia menjadikan manusia baru di dalam Kristus itu muncul ke permukaan.

”Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.” (Roma 5:17)

Disini kita dapat melihat bagaimana luar biasanya kasih karunia Allah meruntuhkan kekuasaan dosa. Kasih karunia Allah lebih dari sekedar penakluk atas dosa! Yesus adalah Raja Damai dan Raja Kebenaran. Dia telah menang atas kuasa dosa dan memberikan kemenangan-Nya pada kita sehingga kita dapat menjadi lebih daripada pemenang. Lebih lagi, kita berkuasa dalam hidup dengan bersandar pada yang “Terbaik” dari Allah…Yesus Kristus!

Kasih karunia melimpah di tempat pengumpulan suara

”Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah, supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.” (Roma 5:20-21)

Kasih karunia menjadi berlimpah-limpah! Disini, di Amerika Serikat kita baru saja menyelesaikan pemilihan umum. Saat saya melihat pengumpulan suara dan perbedaan jumlah suaranya, prediksi dan debat, satu hal yang pasti: satu kandidat akan muncul sebagai pemenang. Kemenangan kandidat bisa disebut kasih karunia bila perbedaan suaranya tidak kecil melainkan menang dengan kelebihan suara yang sangat banyak. Kasih karunia “bertambah banyak” di tempat pengumpulan suara; yaitu kandidat yang benar benar disukai rakyat. Ayat ini mengatakan bahwa dosa “bertambah banyak” – melakukan pertandingan yang baik, bahkan melebihi apa yang diharapkan. Tetapi pernyataan yang mengatakan bahwa “kasih karunia menjadi berlimpah-limpah” tidak hanya berarti melebihi apa yang diharapkan…tetapi lebih besar daripada itu! Kasih karunia Allah melampaui segala yang diharapkan.

Tidak perlu dilakukan perhitungan ulang. Suara telah diberikan, pemenangnya telah dinyatakan dan kasih karunia sekarang berkuasa melalui kebenaran. Semua janji-janji dalam kampanye adalah ya dan amin di dalam Dia.

Kebenaran melalui kasih karunia

Dalam Adam, manusia kehilangan keadaan tidak berdosanya, tetapi di dalam Kristus keadaan tidak berdosa itu dipulihkan saat kita percaya dan menerima karunia kebenaran ilahi yang luar biasa itu! di taman Eden Adam dan Hawa tidak pernah memiliki kebenaran ini. Ditemukan tidak berdosa adalah dinyatakan tidak bersalah, tetapi kebenaran diberikan karena segalanya telah dilakukan dengan benar sesuai dengan standar Allah. Hukum Taurat mengatur tahapan untuk membuat kita terus berusaha menjadi benar. Yesus, sebagai manusia, memenuhi semua persyaratan dari hukum Taurat dan pada kayu salib menanggung semua dosa kita dan penghukuman atas dosa-dosa tersebut, dan kemudian Dia memberikan kebenaran ilahi-Nya pada kita dengan cuma-cuma. Sekarang, melalui kasih karunia tirai itu telah ditutup, perbuatan telah berakhir – hanya dengan percaya dan menerima apa yang telah dilakukan Yesus!

“… dosa dalam segala kepenuhannya tidak dapat lebih cemerlang daripada kekayaan hidup yang dipenuhi dengan kasih karunia.”

Di dalam taman kita melihat manusia berjalan dan berbicara dengan Allah; Allah datang dan pergi dari hadapan manusia. Tetapi dalam kasih karunia kita melihat hadirat Kristus yang selalu ada, tidak pernah membiarkan atau meninggalkan kita. Dia hidup di dalam kita adalah harapan akan kemuliaan.

Dosa Adam menciptakan kebutuhan akan hukum Taurat dan hal itu adalah untuk menyatakan tentang dosa. Kuasa dosa adalah hukum Taurat. Dibawah hukum Taurat manusia harus melakukan berbagai hal agar dapat menerima kemurahan Tuhan. Tetapi dibawah kelimpahan kasih karunia kita menemukan bahwa Kristus adalah penebus kita yang sejati! Kasih karunia memberikan pertukaran ilahi pada kita. Di atas kayu salib Yesus mengambil hukuman atas semua dosa manusia dan sebagai gantinya Dia memberikan kebenaran ilahi-Nya pada kita. Dia menebus kita dari semua dosa dan dari semua hasil dari kuasa dosa; perdamaian dengan Allah sekarang adalah kebenaran kita. Kita memiliki tuntunan ilahi yang selalu berada bersama kita.

Kesembuhan, pemenuhan kebutuhan dan kebebasan dari kesepian adalah realita yang kita miliki. Yesus menang atas segala kuasa iblis sehingga kita dapat hidup berkemenangan dengan menerima apa yang telah Dia lakukan…saudaraku, yang “Terbaik” sudah ada disini!

Oleh: Mike Walker

Rev. Walker along with his wife Jane set out to establish and build a strong local church in Post Falls, ID. Thus came the pioneering of Faith Tabernacle Church. Since that step of faith 23 years ago, this journey has seen them into over twenty countries.

Selanjutnya tentang Mike Walker | Artikel oleh Mike Walker