Karya Pengudusan dari Kasih Karunia

Oleh: Åge M. Åleskjær
Dari: February 2009
Ditemukan dalam: Penyucian
Saat hukum Taurat tidak lagi menjadi penuntun kehidupan kekristenan kita, bagaimana kita mampu untuk menjalani kehidupan yang saleh? Apakah kunci untuk mendapatkan pengudusan?

Salah satu pertanyaan penting yang sering ditanyakan saat orang mendengar tentang kemerdekaan dari hukum Taurat adalah apa yang menjadi tuntunan untuk diikuti agar dapat menjalani kehidupan Kristen yang berbuah dan yang baik. Seseorang membutuhkan peraturan yang mendasar atau tidak?

Inilah saat dimana Firman memberikan beberapa jawaban penting!

Berjalan di dalam Dia

Silahkan Anda baca sendiri: “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu HENDAKLAH HIDUPMU TETAP DI DALAM DIA. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. HATI-HATILAH, SUPAYA JANGAN ADA YANG MENAWAN KAMU dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, TETAPI TIDAK MENURUT KRISTUS. Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa” (Kol 2:6-10).

Bukan ada satu jalan untuk keselamatan dan ada jalan lain untuk kekudusan .

Pemikiran yang mendasar disini adalah bahwa perjalanan kita dalam kehidupan secara penuh dan sempurna berpusat di dalam Dia, Kristus, sama seperti Dia adalah satu-satunya jalan keselamatan. Bukan ada satu jalan untuk keselamatan dan ada jalan lain untuk kekudusan. YESUS adalah jalan menuju keduanya. Orang Kristen mula-mula disebut JALAN. Jalan ini adalah Kristus Yesus. Dia adalah jalan menuju Bapa, tetapi Dia juga jalan dimana kita berjalan di atasnya!

Tepatnya: Kita berjalan di dalam Dia, kita DI DALAM DIA dan Dia di dalam kita.

Kristus adalah Hidup Kita

Saat Kristus adalah hidup kita, kita dapat mendasarkan perjalanan kita pada ciptaan baru, yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar-Nya yang menciptakannya (Kol 3:4-10).

Ini adalah dasar dimana seluruh nasihat dari rasul Paulus diletakkan. Diseluruh suratnya, Paulus menunjukkan bahwa kunci dalam perjalanan kehidupan adalah ciptaan baru. Ciptaan baru memiliki kasih Allah yang dicurahkan di dalam hatinya dan karena itu dapat berjalan di dalam hukum Kristus, hukum kasih. Paulus menjelaskan apa arti hal itu dalam kehidupan sehari-hari dengan memberikan banyak contoh spesifik. Misalnya, jangan kita berdusta, berzinah atau marah. Oleh karena itu, hal ini merupakan sebuah pemikiran yang menggusarkan sehingga membuat banyak orang Kristen setiap saat menjadi marah!

Saya menerima banyak surat berisi kemarahan dari orang-orang yang berkeras untuk menjalankan hukum Taurat! Solusi untuk menyingkirkan sifat cepat emosi adalah dengan menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru seperti yang dijelaskan dalam Efesus 4:20-24. Dalam konteks tersebut Paulus mengatakan: “Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota. Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis” (Ef 4:25-27).

Solusinya adalah ciptaan baru; manusia baru memiliki sifat alami yang baru .

Solusinya adalah ciptaan baru; manusia baru memiliki sifat alami yang baru. Kita menjalani kehidupan yang tidak akan mungkin bila tanpa Kristus di dalam kita.

Masalah yang ditunjukkan, oleh Paulus, yaitu beberapa orang tidak menangkap dasar pemikiran bahwa hidup yang baru dan manusia baru adalah kunci menuju hidup yang benar. Malahan, mereka mengambil nasihat Paulus dan membuat serangkaian peraturan baru dari hal tersebut. Dengan melakukan hal itu, seseorang telah kehilangan fokus pada Kristus, salib, manusia baru dan buah-buah Roh.

Untuk menekankan hal ini, Paulus berkata: “Apabila kamu telah mati bersama-sama dengan Kristus dan bebas dari roh-roh dunia, MENGAPAKAH KAMU MENAKLUKKAN DIRIMU PADA RUPA-RUPA PERATURAN: ‘Jangan jamah ini! Jangan kecap itu! Jangan sentuh ini!’ (Kol 2:20)

Kebutuhan akan adanya serangkaian peraturan yang dirasakan oleh orang Kristen, di dalam hal itu, membuat mereka keluar dari hidup di dalam Kristus. Dia ingin kita hidup oleh-Nya, berjalan di dalam-Nya, bersandar pada Roh Allah baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kondisi-kondisi khusus. Saat kita membutuhkan, Dia akan menunjukkan kepada kita apa yang harus kita lakukan atau katakan. Kuncinya adalah membangun persekutuan dengan Roh Kudus.

Jika kita hidup oleh Roh, kita tidak akan melakukan keinginan daging.

Kuasa Salib

Ada beberapa kunci sederhana tapi luar biasa untuk mendapatkan kekudusan. Saya telah menunjukkan salah satunya yaitu berjalan di dalam Dia.

Inti dari kehidupan Kristus adalah kematian dan kebangkitan-Nya. Firman tentang SALIB adalah kekuatan Allah. Hal yang menyedihkan adalah beberapa pengkhotbah dan ahli teologia ingin mengurangi pentingnya salib. Tetapi kami menyatakan tentang Kristus yang telah disalib. Dia masih memiliki tanda akibat salib itu!

Di atas salib, Yesus menyingkirkan semua dosa, sakit penyakit dan penghukuman.

Di atas salib, manusia lama ikut disalibkan bersama dengan Dia .

Di atas salib, manusia lama ikut disalibkan bersama dengan Dia. Itulah mengapa Paulus mengajarkan bahwa praktek pengudusan adalah dengan menggunakan kuasa dari salib: “Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah” (Kol 3:3). “Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan…” (Kol 3:5).

“Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. Jangan lagi kamu saling mendustai, KARENA KAMU TELAH MENANGGALKAN MANUSIA LAMA SERTA KELAKUANNYA, DAN TELAH MENGENAKAN MANUSIA BARU…” (Kol 3:8-10).

Dapatkah Anda melihat poinnya? Dia menghubungkan nasihat-nasihatnya pada manusia baru dan menjelaskan apa arti dari hal tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi tentang hal itu, dia juga berkata bahwa hal itu hanya akan berhasil bagi mereka yang telah lahir baru! Menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya (Gal 6:15).

Kristus adalah Kekudusan Kita

Agar tidak seorang pun bisa memegahkan dirinya di dalam kesombongan manusia, Allah telah memastikan bahwa hanya KRISTUS yang menjadi jalan keberhasilan. Sayangnya, kesombongan dan arogansi menyebar dari beberapa orang Kristen yang tidak mengerti bahwa “Kristus adalah kekudusan kita”. Saat beberapa orang Kristen berbicara tentang kekudusan, mereka melakukannya dengan cara yang sama dengan yang dilakukan oleh orang-orang Farisi dan para pengajar hukum Taurat. Salah satu taktik mereka adalah mencoba untuk menangkap Anda dengan perkataannya. Tetapi “kekudusan” yang semacam itu tidak memiliki aroma Kristus, melainkan mereka yang ingin melempari para pendosa dengan batu.

Kekudusan bukanlah perihal pengalaman atau tingkatan kedewasaan dalam perjalanan Kekristenan – kekudusan adalah seorang PRIBADI!

Bagaimanapun juga, 1 Kor 1:30-31 adalah pewahyuan yang tepat: “Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita. Karena itu seperti ada tertulis: ‘Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.’”

Karena kita berada di dalam Kristus, DIA adalah kekudusan kita! Kekudusan bukanlah perihal pengalaman atau tingkatan kedewasaan dalam perjalanan Kekristenan – kekudusan adalah seorang PRIBADI! Hari dimana kita memahami hal itu adalah salah satu hari yang paling penting dalam hidup kita.

Karena itu pertanyaannya adalah: Saya kira hal ini harus terlihat dalam hidup dan perilaku, Åge?

Jawabannya adalah: Tentu saja, tapi bagaimana hal itu bisa terjadi? Oleh KRISTUS YANG TERWUJUD DI DALAM KITA! Dia yang adalah kekudusan kita, hidup di dalam kita. Jadi kekudusan menjadi terlihat melalui DIA yang terwujud di dalam kita dan hal ITU adalah proses sepanjang hidup…

Jadi kekudusan menjadi terlihat melalui DIA yang terwujud di dalam kita

Kunci dan rahasianya adalah “Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!” (Kol 1:27).

Prosesnya adalah 1 Tes 5:23-24, yakni roh, jiwa dan tubuh seluruhnya dipenuhi oleh kehidupan Kristus.

Karya Kasih Karunia dalam Kekudusan

Karena itu, kekudusan adalah karya dari kasih karunia. KASIH KARUNIA juga melakukan hal ini! Dan kasih karunia itu gratis, kehendak baik yang sebenarnya tidak layak diterima dan merupakan kejutan yang membahagiakan.

INI ADALAH PESAN YANG MEMBERIKAN FOKUS YANG TEPAT PADA PROKLAMASI KASIH KARUNIA dan yang lambat untuk didengar oleh banyak orang: “Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. IA MENDIDIK KITA supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini” (Tit 2:11-12).

Kasih karunia yang sama yang menyelamatkan kita, mengajar kita untuk hidup beribadah di dalam dunia ini .

Kasih karunia yang sama yang menyelamatkan kita, mendidik kita untuk hidup beribadah di dalam dunia ini.

Hal ini menyangkal mereka yang percaya bahwa proklamasi kasih karunia akan membawa pada keduniawian dan kehidupan yang buruk. Faktanya, yang tertulis malah sebaliknya, dan Firman seharusnya memiliki otoritas lebih daripada opini atau ketakutan kita.

KASIH KARUNIA MENDIDIK KITA! Guru yang luar biasa. Kasih karunia berhasil disaat “tuntunan dari hukum Taurat” dalam perjanjian lama tidak (Gal 3:24-25). Hukum Taurat hanya mencobai dan meningkatkan dosa, sementara kasih karunia memimpin pada buah-buah Roh di dalam hidup kita.

Apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat, telah dilakukan oleh Allah! (Baca Rom 8:1-4)

Karya Pengudusan oleh Roh

Dalam hal ini kita membahas kunci lain untuk hidup kudus:
Roh Kudus hidup di dalam kita dan karena itu KARYA PENGUDUSAN ROH yang menghasilkan hidup ini di dalam kita.
“Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan DALAM ROH YANG MENGUDUSKAN kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai” (2 Tes 2:13).

bukan karya pengudusan oleh hukum Taurat tetapi oleh Roh !

Petrus mengungkapkan hal yang sama dalam 1 Pet 1:2: “Dikuduskan oleh Roh.”
Seharusnya menjadi sangat jelas bagi kita bahwa bukan karya pengudusan oleh hukum Taurat tetapi oleh Roh! Dalam Perjanjian Baru kita tidak berada di dalam pelayanan hukum yang tertulis tetapi di dalam pelayanan Roh (2 Kor 3:6-8).

ROH sekarang telah mengambil alih semua fungsi! Roh menginsfafkan akan dosa sementara hukum Taurat tidak. Roh memberikan kelahiran baru pada kita, Roh memuliakan Kristus dan Roh memperlengkapi serta menguduskan! Kita hidup dalam PERJANJIAN OLEH ROH, bukan dalam perjanjian oleh hukum yang tertulis. Kita melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat. Ini adalah PERBEDAAN besar yang MENDASAR!

Karya pengudusan Roh membuat buah-buah Roh menjadi terlihat. Kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh (Rom 5:5), dan hal itu memimpin pada kasih, sukacita dan damai sejahtera – buah yang dihasilkan oleh hidup yang baru. Yesus memberikan hidup; hidup itu menghasilkan buah. Semua ini terjadi oleh Roh Allah. Sesederhana itu. Hal itu efektif dan mendalam serta selalu menghormati Kristus dalam segala hal.

BERJALANLAH DI DALAM DIA!

Oleh: Åge M. Åleskjær

Former Senior Pastor at Oslo Christian Center, now spending most of his time ministering all over Norway and internationally.

Selanjutnya tentang Åge M. Åleskjær | Artikel oleh Åge M. Åleskjær